IRGC: Pengiriman Pasukan Saudi ke Suriah, Lelucon Politik
https://parstoday.ir/id/news/iran-i688-irgc_pengiriman_pasukan_saudi_ke_suriah_lelucon_politik
Wakil Komandan Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran/IRGC) menyebut pengiriman pasukan Angkatan Darat Arab Suadi ke Suriah sebagai lelucon politik.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 07, 2016 09:33 Asia/Jakarta
  • IRGC: Pengiriman Pasukan Saudi ke Suriah, Lelucon Politik

Wakil Komandan Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran/IRGC) menyebut pengiriman pasukan Angkatan Darat Arab Suadi ke Suriah sebagai lelucon politik.

Brigadir Jenderal Hossein Salami mengungkapkan hal itu dalam wawancara dengan jaringan 2 televisi Iran pada Sabtu (6/2/2016) malam.

"Estimasi nyata kekuatan militer Arab Saudi tidak tersembunyi dari opini publik dunia," kata Brigjen Salami ketika menyinggung kemungkinan pengiriman pasukan AD Arab Saudi ke Suriah.

Ia menambahkan, Arab Saudi dalam sebuah perang yang tak seimbang yang didampingi oleh sebuah koalisi, di mana dari indikator luar akan mampu mengalahkan rivalnya, namun negara itu mengalami kegagalan besar dalam menghadapi rakyat Yaman.

Brigjen Salami menjelaskan, ketika Arab Saudi akan menggelar perang darat ke Yaman, negara ini menyewa pasukan dari berbagai penjuru dunia dan berusaha menggelar perang darat dengan menggunakan pasukan bayaran. Selain itu, lanjutnya, untuk menjamin keamanan internal Arab Saudi, rezim Al Saud harus menugaskan beberapa brigade dari negara lain di kawasan, lalu apakah kapasitas dari sisi kekuatan darat bagi rezim ini akan masih ada untuk mengirim pasukan ke medan yang lebih luas, berbahaya dan berat seperti di Suriah?

Menurut Brigjen Salami, kemungkinan pengiriman pasukan AD Arab Saudi ke Suriah bertentangan dengan hakikat politik negara ini.

"Sebagian besar milisi teroris yang berperang di Suriah dengan berbagai nama memperoleh dukungan finansial, senjata, spiritual, politik, ideologi dan keyakinan dari Arab Saudi," ujarnya.

Wakil Komandan Pasukan IRGC lebih lanjut menyinggung kemenangan terbaru militer Suriah dan pasukan Muqawama di utara Aleppo. Ia menilai kemenangan ini sebagai sebuah peristiwa penting, luar biasa dan menentukan.

"Kemenangan terbaru dari segi operasional dan strategis merupakan fenomena yang berpengaruh. Hal ini menyiapkan kemungkinan untuk mengubah persamaan politik yang menguntungkan pemerintah Suriah," pungkasnya. (IRIB Indonesia/RA)