Dubes Iran untuk PBB: Rezim Pendudukan Berkoalisi dengan Teroris
https://parstoday.ir/id/news/iran-i68834-dubes_iran_untuk_pbb_rezim_pendudukan_berkoalisi_dengan_teroris
Duta Besar Iran untuk PBB, Eshagh Al Habib dalam sebuah pidato menggarisbawahi pertempuran melawan akar terorisme, dan mengatakan pendudukan asing telah menyebabkan koalisi antara rezim pendudukan dan teroris.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 29, 2019 10:35 Asia/Jakarta
  • Duta Besar Iran untuk PBB, Eshagh Al Habib.
    Duta Besar Iran untuk PBB, Eshagh Al Habib.

Duta Besar Iran untuk PBB, Eshagh Al Habib dalam sebuah pidato menggarisbawahi pertempuran melawan akar terorisme, dan mengatakan pendudukan asing telah menyebabkan koalisi antara rezim pendudukan dan teroris.

"Sebenarnya itu sudah terjadi. Rezim Zionis Israel mendukung teroris di Suriah dengan berbagai cara, termasuk memberikan perawatan medis kepada mereka," ujarnya dalam pidato di Dewan Keamanan PBB, Kamis (28/3/2019) sore seperti dikutip IRNA.

Dia menegaskan bahwa terorisme adalah sebuah bahaya internasional dan memeranginya membutuhkan pendekatan komprehensif dan pencegahan.

"Sebagai korban terorisme yang telah kehilangan lebih dari 17.000 warganya dalam serangan teroris, Iran bertekad untuk terus memerangi terorisme dalam semua bentuknya, termasuk pendanaannya," tandas Al Habib.

Menurutnya, mencegah dan memerangi pendanaan terorisme membutuhkan tekad politik dari semua negara dan parameter internasional yang efisien.

"Selama beberapa tahun terakhir, Daesh menerima sejumlah besar dolar minyak dan suntikan dana lainnya. Mereka juga memperoleh pemasukan yang cukup besar melalui penjarahan dan penjualan warisan budaya Irak dan Suriah serta penjualan minyak," jelasnya.

Al Habib lebih lanjut menuturkan bahwa beberapa negara menggunakan perang kontra-terorisme sebagai alat kebijakan luar negerinya.

"Tindakan semacam ini ilegal, dan negara-negara yang berperilaku seperti itu adalah mereka yang telah membentuk kelompok-kelompok teroris dan kemudian memberikan bantuan finansial dan militer kepada teroris," ungkapnya. (RM)