Akar Permusuhan AS terhadap Pasukan Elit Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i69146-akar_permusuhan_as_terhadap_pasukan_elit_iran
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan, alasan permusuhan Amerika Serikat terhadap Korps Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) karena mereka adalah pelopor dalam membela negara dan revolusi.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 10, 2019 10:39 Asia/Jakarta
  • Pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran).
    Pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran).

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan, alasan permusuhan Amerika Serikat terhadap Korps Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) karena mereka adalah pelopor dalam membela negara dan revolusi.

Rahbar menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan sekelompok anggota Pasdaran dan keluarga mereka untuk memperingati hari kelahiran Imam Husein as dan menandai Hari Pasdaran di Tehran, Selasa (9/4/2019).

Ayatullah Khamenei menuturkan, Pasdaran adalah sebuah entitas istimewa di garis depan dalam menghadapi musuh di berbagai arena.

"Pasdaran memimpin pertarungan di bidang operasional, menghadapi musuh di perbatasan kami, dan bahkan ribuan kilometer jauhnya dari perbatasan di sekitar Makam Sayidah Zainab as, serta dalam konfrontasi politik dengan musuh," jelasnya.

Menurutnya, persoalan inilah yang menjadi akar permusuhan Amerika terhadap Pasdaran.

"Para pejabat AS dengan asumsinya menyusun skenario terhadap Pasdaran, revolusi, dan Iran. Kedengkian ini tentu saja tidak akan membawa mereka ke mana pun. Kebohongan dan tipu daya mereka akan menjadi bumerang bagi mereka, musuh-musuh Republik Islam seperti Trump dan orang-orang di sekitarnya yang berkuasa di AS sedang bergerak ke arah keruntuhan," ujar Ayatullah Khamenei.

Pengalaman 40 tahun Revolusi Islam menunjukkan bahwa lembaga-lembaga seperti, Pasdaran dan Basij termasuk aset yang berharga untuk stabilitas, kemajuan, dan keamanan bangsa Iran.

Pasdaran dengan prestasi gemilang dan karakteristik khusus, telah mengundang kedengkian musuh dan kemarahan para pendukung teroris. Pasukan elit Iran ini selalu hadir di semua situasi genting baik di era perang maupun perlawanan menumpas teroris dan anasir-anasir yang ingin merusak keamanan. Mereka juga selalu sigap membantu masyarakat dalam menghadapi situasi darurat seperti, gempa bumi dan banjir.

Saat ini Pasdaran telah menjadi teladan bagi gerakan revolusioner di negara-negara lain. Salah satu contoh sukses ini adalah pembentukan pasukan rakyat di Irak untuk menumpas Daesh dan kelompok teroris lain.

Demikian juga dengan Republik Islam Iran, ia telah menjadi kiblat utama Kebangkitan Islam di antara bangsa-bangsa regional dan fakta ini telah memicu kemarahan musuh.

Dalam hal ini, Direktur Pusat Studi Geopolitik Rusia, Leonid Ivashov mengatakan, "Tindakan AS ini berada dalam konteks proyek anti-Iran dan Donald Trump bertindak seperti boneka rezim Zionis Israel dan pelaksana skenario-skenario Tel Aviv dalam melawan Tehran."

Ayatullah Khamenei menandaskan bahwa selama 40 tahun permusuhan terhadap Republik Islam, musuh telah memberlakukan semua jenis tekanan politik, ekonomi, dan propaganda terhadap Iran, namun mereka gagal mencapai apapun bahkan ketika revolusi baru berdiri.

Pemerintah AS berharap dapat mengisolasi Iran melalui sanksi dan ancaman, tetapi seperti dikatakan Rahbar, Amerika terpaksa harus menerima realitas ini bahwa sekarang pengaruh revolusi dan Republik Islam telah menyebar di kawasan dan bahkan dunia. (RM)