Menlu Iran Surati Mitranya di Negara-negara Dunia
-
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif.
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif meminta semua negara untuk mengambil posisi berprinsip, tepat, dan berdasarkan hukum dan aturan atas keputusan Amerika Serikat memasukkan nama Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) ke dalam daftar organisasi teroris.
Permintaan itu disampaikan Zarif melalui surat kepada mitra-mitranya di berbagai negara dunia pada hari Rabu (17/4/2019).
Dalam suratnya, Menlu Iran menyinggung konsekuensi hukum dan politik yang berbahaya akibat keputusan AS memasukkan pasukan resmi sebuah negara independen anggota PBB dan anggota Konvensi Internasional tentang Hak Asasi Manusia ke dalam daftar organisasi teroris.
"Langkah ini merupakan salah satu ancaman paling serius terhadap tatanan internasional," kata Zarif dalam suratnya.
Dia menambahkan, keputusan AS memasukkan IRGC (Pasdaran) ke dalam daftar organisasi teroris bertujuan meningkatkan ketegangan antara Iran dan Amerika dan menghapus semua mekanisme pengurangan ketegangan serta menghapus opsi-opsi politik dan menghilangkan cara-cara damai untuk menyelesaikan konflik, sehingga tidak ada pilihan lain kecuali konfrontasi langsung.
Menlu Iran juga menyinggung tuduhan palsu AS kepada Iran mengenai adanya hubungan antara Tehran dan al-Qaeda.
"Langkah ini adalah bagian dari program yang dirancang untuk menyiapkan opini publik di kalangan masyarakat Amerika guna melakukan sebuah petualangan baru di kawasan Asia Barat dan menyiapan landasan bagi lembaga eksekutif AS agar bisa mengklaim bahwa mereka memiliki wewenang menggunakan pasukan militer untuk menyerang negara lain," ujarnya.
Zarif lebih lanjut menyinggung kejahatan pasukan AS di kawasan dan pengorbanan Pasdaran untuk membasmi kelompok-kelomopk teroris takfiri seperti Daesh (ISIS) yang diciptakan, didanai dan didukung oleh Amerika. (RA)