Jika Kapalnya tak Dibebaskan, Iran akan Balas Tindakan Inggris
-
Mojtaba Zonnour.
Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, mengatakan pemerintah Inggris harus bertanggung jawab atas tindakan ilegal menyita kapal tanker minyak Iran.
Mojtaba Zonnour dalam wawancara dengan kantor berita IRIB, Sabtu (6/7/2019) menambahkan tindakan pemerintah Inggris menyita tanker minyak Republik Islam adalah pelanggaran aturan dan hukum internasional.
"Jika Inggris tidak membebaskan tanker minyak Iran, Republik Islam memiliki banyak instrumen untuk mengambil tindakan balasan," tegasnya.
Zonnour menjelaskan muatan tanker Iran bukan hasil selundupan dan bukan barang ilegal. "Kecorobohan pemerintah Inggris terhadap Republik Islam Iran telah membahayakan pelayaran bebas di seluruh dunia," tandasnya.
Dia meminta negara-negara Barat dan sekutu Amerika Serikat untuk tidak mengambil tindakan yang bisa mendorong Iran melakukan aksi balasan.
Polisi dan agen bea cukai wilayah Gibraltar dibantu oleh pasukan Marinir Inggris telah membajak kapal tanker Iran di Selat Gibraltar pada Kamis lalu.
Menurut sejumlah sumber, penyitaan itu dilakukan atas permintaan pemerintah AS. (RM)