Presiden Iran: Inggris yang Memulai Kekacauan di Laut
https://parstoday.ir/id/news/iran-i71743-presiden_iran_inggris_yang_memulai_kekacauan_di_laut
Presiden Iran menilai langkah Inggris menahan kapal tanker Iran sebagai tindakan yang sangat kekanak-kanakan, bodoh dan keliru. Menurutnya, Inggris adalah pihak yang memulai kekacauan di laut, dan akan merasakan akibat perbuatannya itu.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 10, 2019 12:06 Asia/Jakarta
  • Hassan Rouhani
    Hassan Rouhani

Presiden Iran menilai langkah Inggris menahan kapal tanker Iran sebagai tindakan yang sangat kekanak-kanakan, bodoh dan keliru. Menurutnya, Inggris adalah pihak yang memulai kekacauan di laut, dan akan merasakan akibat perbuatannya itu.

Hassan Rouhani, Rabu (10/7/2019) dalam rapat kabinet pemerintah Iran menyebut penahanan kapal tanker di Selat Gibraltar dilakukan pasukan Inggris atas nama "Tim B".

Ia menambahkan, Inggris sampai sekarang berstatus sebagai penjajah Gibraltar, karena itu tidak pantas menahan kapal tanker Iran.

Presiden Iran menjelaskan, semua pihak harus berupaya agar seluruh jalur pelayaran di dunia ini sepenuhnya aman, karena terulangnya aksi semacam ini akan memicu instabilitas dan ketidakamanan di dunia, dan yang pasti akan merugikan semua.

Pada saat yang sama, Rouhani juga menganggap permintaan Amerika Serikat agar Badan Energi Atom Internasional, IAEA membahas langkah Iran dalam kesepakatan nuklir JCPOA adalah cerita menggelikan dan tidak pernah terjadi sebelumnya.

Menurutnya, Amerika dari satu sisi menilai JCPOA sebagai sebuah kesepakatan yang sangat buruk, dan tanpa alasan apapun keluar dari kesepakatan itu, sementara di sisi lain ketika Iran menurunkan sebagian komitmennya, ia mencemaskan kesepakatan yang sama.

Presiden Iran menjelaskan bahwa langkah Iran sepenuhnya berada dalam kerangka JCPOA, dan Tehran sudah memberikan kesempatan 14 bulan kepada Eropa, bahkan memperpanjangnya dua bulan.

Rouhani menegaskan, penurunan komitmen Iran dalam JCPOA akan dilakukan secara progresif. Pertanyaannya adalah, apakah pengayaan uranium yang memiliki ribuan manfaat damai di bidang teknologi, buruk bagi Iran, tapi baik bagi yang lain. (HS)