Iran Minta Eropa Keluarkan Biaya Jika Ingin Selamatkan JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/iran-i71873-iran_minta_eropa_keluarkan_biaya_jika_ingin_selamatkan_jcpoa
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif meminta negara-negara Eropa untuk mengeluarkan biaya jika ingin menyelamatkan kesepakatan nuklir JCPOA dan kami belum melihat mereka melakukan itu.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 15, 2019 05:19 Asia/Jakarta
  • Menlu Iran Mohammad Javad Zarif (tengah) memberikan pernyataan kepada wartawan di New York.
    Menlu Iran Mohammad Javad Zarif (tengah) memberikan pernyataan kepada wartawan di New York.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif meminta negara-negara Eropa untuk mengeluarkan biaya jika ingin menyelamatkan kesepakatan nuklir JCPOA dan kami belum melihat mereka melakukan itu.

"Eropa mengklaim bahwa mereka ingin melestarikan kesepakatan nuklir, tetapi kami belum melihat mereka siap untuk berinvestasi," kata Zarif kepada wartawan setelah mendarat di kota New York untuk menghadiri pertemuan tahunan Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC).

"Ada perbedaan antara keinginan untuk menyelamatkan sebuah perjanjian internasional dan kesiapan untuk mengeluarkan biaya demi mempertahankannya. Negara-negara Eropa belum menunjukkan ini," sindir Zarif seperti dilansir IRNA, Ahad (14/7/2019).

Mengenai perundingan dengan Amerika Serikat, menlu Iran menegaskan, "Kami tidak meninggalkan meja perundingan. Kami masih duduk di meja ini dan mendiskusikan JCPOA dengan pihak lain.”

Amerika, lanjutnya, keluar secara sepihak dari kesepakatan nuklir dan sekarang terserah kepada mereka apakah ingin kembali ke meja perundingan atau tidak.

"Bukan hanya JCPOA yang dilanggar oleh AS, tetapi mereka juga keluar dari kesepakatan internasional lainnya seperti Traktat Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) dan NAFTA yang sudah disahkan oleh Kongres," ungkap Zarif.

Menurutnya, pelanggaran-pelanggaran ini telah membuat AS terkucil di tengah komunitas internasional dan sekarang sudah waktunya mereka kembali.

Zarif mengatakan, terorisme ekonomi AS dan aksi mereka mencegah hubungan normal internasional di bidang ekonomi telah menghalangi tercapainya tujuan pembangunan yang berkelanjutan.

"Persoalan ini harus disampaikan kepada komunitas internasional," pungkasnya. (RM)