Shalat Jumat di Tehran, 26 Juli 2019
-
Shalat Jumat di Tehran, 26 Juli 2019.
Suasana Shalat Jumat di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran yang diimami oleh Ayatullah Sayid Ahmad Khatami, Jumat, 26 Juli 2019.

Ayatullah Khatami dalam khutbahnya mengatakan, pembajakan Inggris terhadap kapal tanker Republik Islam Iran mengingatkan berbagai kejahatan "rubah tua" dan kolonialis lama ini di Iran.

"Pembajakan kapal tanker Iran mengingatkan bangsa negara ini tentang berbagai kejahatan 'rubah tua' dan kolonialis ini di Iran," ujarnya.
Polisi dan agen bea cukai wilayah Gibraltar dibantu oleh pasukan Marinir Inggris telah membajak kapal tanker Iran di Selat Gibraltar pada 4 Juli 2019.

Khatib Shalat Jumat Tehran lebih lanjut mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Intelijen Iran atas keberhasilannya menangkap 17 agen CIA sebelum mereka mengambil tindakan apa pun di dalam negeri.
Di bagian lain khutbahnya, Ayatullah Khatami menyinggung kunjungan delegasi Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) ke Iran yang dipimpin oleh Wakil Ketua Biro Politik Hamas, Saleh al-Arouri dan pertemuan mereka dengan pejabat tinggi Iran dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei.

Dia mengatakan, rezim Zionis Israel senang dengan dua hal dan berharap dua hal itu akan terwujud: isu Palestina akan dilupakan dan masalah ini akan dianggap sebagai masalah Arab.
Khatib Shalat Jumat Tehran menjelaskan, Pendiri Republik Islam Iran Imam Khomeini ra telah menetapkan Hari al-Quds Sedunia, sehingga isu Palestina tidak dilupakan.
"Dalam pertemuan ini, Pemimpin Besar Revolusi Islam mengatakan bahwa Republik Islam Iran serius dalam masalah Palestina dan tidak basa-basi terkait hal ini," tegasnya.

Ayatullah Sayid Khatami menegaskan, Republik Islam Iran dan penuntut kebebasan dunia menilai Kesepakatan Abad sebagai pengkhianatan abad ini dan akan bediri dan melawannya.
Berdasarkan kesepakatan abad, Baitul Maqdis akan diserahkan kepada Israel, pengungsi Palestina di negara lain tidak berhak kembali ke tanah airnya, dan Palestina hanya terdiri dari wilayah yang tersisa di Tepi Barat dan Jalur Gaza. (RA)