Zarif: Di kondisi saat ini, Langkah Ketiga Nuklir Iran Pasti Dilakukan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i72422-zarif_di_kondisi_saat_ini_langkah_ketiga_nuklir_iran_pasti_dilakukan
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif seraya mengisyaratkan sikap Eropa yang tidak memenuhi janjinya menjalankan komitmen JCPOA mereka, menekankan, di kondisi saat ini dan selama Eropa tidak melakukan langkah yang diperlukan, pasti langkah ketiga Iran dijalankan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 31, 2019 12:57 Asia/Jakarta
  • Mohammad Javad Zarif
    Mohammad Javad Zarif

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif seraya mengisyaratkan sikap Eropa yang tidak memenuhi janjinya menjalankan komitmen JCPOA mereka, menekankan, di kondisi saat ini dan selama Eropa tidak melakukan langkah yang diperlukan, pasti langkah ketiga Iran dijalankan.

Mohammad Javad Zarif Rabu (31/07) kepada wartawan seraya menjelaskan bahwa langkah Eropa sampai saat ini tidak selaras dengan janji mereka menambahkan, jika Eropa menghendaki harapan mereka terealisasi, maka mereka harus mulai menjalankan komitmennya.

Zarif menilai INSTEX sebagai sarana untuk menjalankan komitmen Eropa, bukan instruksi Amerika dan menambahkan, INSTEX sebuah langkah awal yang sampai saat ini belum dijalankan secara penuh, dan jika terealisasi maka seharusnya minyak Iran dapat dijual dan uangnya kembali ke negara ini.

Terkait perubahan pendekatan Uni Emirat Arab (UEA) terkait isu regional, Zarif mengatakan, jika sejumlah negara kawasan termasuk Emirat, Arab Saudi dan Bahrain mengubah kebijakannya serta tidak lagi mengintervensi urusan internal negara lain, maka Iran ingin menjalin hubungan dengan para tetangga ini.

"Anggota Tim B (Benjamin Netanyahu, Mohammad bin Salman, Mohammad bin Zayed Al Nahyan dan John Bolton) mulai berkurang dan hanya tinggal Netanyahu serta Bolton," ungkap Zarif.

Menlu Iran terkait statemen sejawatnya dari AS yang ingin berkunjung ke Tehran dan berbicara langsung dengan rakyat negara ini mengatakan, "Mereka yang menarget rakyat Iran dengan terorisme ekonomi, tidak dapat berbicara dengan rakyat Iran." (MF)