Presiden Iran: Mengaku Adikuasa tapi Takut Logika Zarif
-
Hassan Rouhani
Presiden Iran, Hassan Rouhani dalam acara peresmian sejumlah proyek gas di Provinsi Azerbaijan Timur mengatakan, setiap hari berbicara soal perundingan, tapi karena kalah di hadapan rasionalitas, Amerika Serikat menyanksi menteri luar negeri kami.
Fars News (1/8/2019) melaporkan, mengklaim sebagai negara adidaya, tapi takut pada logika dan wawancara seorang diplomat pemberani dan kuat seperti Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif.
Rouhani menambahkan, sebuah pemerintahan yang percaya bahwa dirinya superpower seharusnya tidak takut pada wawancara menlu, dan logika seorang intelektual yang penuh dedikasi dan berpengetahuan.
Presiden Iran menjelaskan, Zarif melakukan sebuah wawancara di New York, dan mereka (Amerika) dengan ketakutan mengatakan Menlu Iran sudah menyimpangkan opini publik, dan menyampaikan tuduhan-tuduhan tak berdasar.
Menurut Rouhani, mereka (Amerika) mengklaim demokrasi dan kebebasan, tapi takut pada logika seorang intelektual Iran, istana kekuatan mereka bergetar, dan dengan sangat kekanak-kanakan mengaku siap berunding, tapi di sisi lain menyanksi Menlu Iran.
Ia menegaskan, dari sudut manapun kita memandang, kita bisa melihat mereka (Amerika) sedang berhadapan dengan sebuah bangsa yang bersatu dan solid, karena kekuatan yang kami miliki baik pemerintah, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, menteri dan yang lainnya, berasal dari rakyat.
"Kekuatan rakyat inilah yang telah melahirkan kemampuan menghadapi kubu arogan dunia," pungkasnya. (HS)