Zarif: AS Terus Masih Menarget Warga Sipil
-
Menlu Iran Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif di peringatan serangan bom atom Amerika ke kota Hiroshima Jepang mengingatkan, 74 tahun silam setelah membombardir Hiroshima, Amerika masih tetap menarget warga sipil.
Seperti dilaporkan IRNA, Zarif Selasa malam (06/08) di akun twitternya menulis, 74 tahun setelah Amerika yang menjadi negara pertama dan satu-satunya di dunia yang menggunakan senjata nuklir terhadap sebuah kota dan menimbulkan korban besar, negara ini masih tatap menyerang warga sipil.
Zarif di kesempatan itu mengisyaratkan terorisme ekonomi Washington dan menambahkan, AS dengan terorisme ekonomi telah melanggar sebuah kesepakatan nuklir bersejarah (JCPOA) dan berusaha menghukum siapa saja yang komitmen terhadap perjanjian ini.
Acara peringatan ke-74 serangan bom atom Amerika ke Hiroshima digelar hari Selasa pagi di kota ini.
6 Agustus 1945, sebuah pesawat pembom B-29 militer Amerika atas instruksi Presiden AS saat itu, Harry Truman menjatuhkan sebuah bom nuklir ke kota Hiroshima.
Tiga hari kemudian, Amerika menjatuhkan bom nuklir kedua ke kota Nagasaki, Jepang.
Disebutkan bahwa sekitar 220 ribu orang meninggal dunia akibat dua serangan bom nuklir tersebut.
Bom nuklir yang dijatuhkan ke kota Hiroshima dan Nagasaki Jepang ini merupakan satu-satunya kasus penggunaan senjata nuklir di dunia. Amerika Serikat tidak pernah mengucapkan permintaan maaf atas penggunaan senjata pemusnah massal ini. (MF)