Zarif: Wacana Pemaksaan tengah Runtuh
https://parstoday.ir/id/news/iran-i72653-zarif_wacana_pemaksaan_tengah_runtuh
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, wacana pemusnahan, pemaksaan, lari dari hukum, unilateralisme, condong terhadpa kepentingan satu kelompok ketimbang kepentingan umum, mulai runtuh.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 07, 2019 11:15 Asia/Jakarta
  • Menlu Zarif
    Menlu Zarif

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, wacana pemusnahan, pemaksaan, lari dari hukum, unilateralisme, condong terhadpa kepentingan satu kelompok ketimbang kepentingan umum, mulai runtuh.

Mohammad Javad Zarif Rabu (07/08) di acara peringatan "Hari HAM dan Kehormatan Manusia" di Tehran menambahkan, Republik Islam Iran tidak hanya menilai wacana HAM sebagai sebuah kewajiban Ilahi, tapi menganggap HAM sebagai keharusan keamanan nasional, karena keamanan Tehran bergantung kepada rakyat.

Seraya menjelaskan bahwa keamanan nasional negara-negara bukan sesuatu yang bisa dibeli, Zarif mengungkapkan, sejumlah negara menyerahkan masa depan dan keamanannya kepada ketergantungan dan dengan membaya upeti dan membeli senjata menganggap mampu menjaga keamanannya, tapi mereka sebenarnya tidak mengambil pelajaran dari sejarah.

"Sejumlah negara di kawasan sampai saat ini berharap rezim Zionis Israel yang menduduki rumah saudara mereka selama 70 tahun dan saat ini sistem Iron Dome Tel Aviv tidak mampu melawan roket muqawama, untuk mendukung ketidakmampuan mereka," papar Zarif.

Menlu Iran di kesempatan tersebut juga mengisyaratkan peringatan ke-74 pemboman Hiroshima oleh AS dan menambahkan, ideologi yang meyakini bahwa untuk mengakhiri sebuah perang, ratusan ribu manusia, perempuan dan anak-anak dapat dimusnahkan adalah wacana terorisme, pemusnahan dan lari dari hukum.

Kepala diplomasi Iran ini seraya menjelaskan bahwa Iranophobia musuh bukan dikarenakan senjata nuklir atau kehadiran regional Iran menekankan, musuh takut akan kekuatan wacana Republik Islam Iran. (MF)