Zarif: Kebijakan AS anti Iran dan Cina, Terorisme Ekonomi
https://parstoday.ir/id/news/iran-i73252-zarif_kebijakan_as_anti_iran_dan_cina_terorisme_ekonomi
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif seraya menjelaskan bahwa Amerika berperilaku sama terkait Iran dan Cina mengatakan, langkah Amerika anti Iran dan Cina sebuah terorisme ekonomi, represi terhadap negara independen dan intervensi di urusan internal negara lain.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 27, 2019 16:11 Asia/Jakarta
  • Zarif
    Zarif

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif seraya menjelaskan bahwa Amerika berperilaku sama terkait Iran dan Cina mengatakan, langkah Amerika anti Iran dan Cina sebuah terorisme ekonomi, represi terhadap negara independen dan intervensi di urusan internal negara lain.

Zarif Senin (26/08/2019) yang tiba di Beijing untuk berunding dengan sejawatnya dari Cina, hari Selasa (27/08/2019) sebelum meninggalkan Cina kepada wartawan seraya mengisyaratkan transformasi Asia Barat menambahkan, AS tidak memiliki peran apapun di Teluk Persia dan kehadiran Washington di kawasan ini memicu instabilitas di kawasan.

Seraya mengisyaratkan pertemuannya dengan Wang Yi, Zarif manmbahkan, selama pertemuan ini dibicarakan program 25 tahun hubungan Tehran-Beijing di berbagai sektor dan peran Iran di program the One Belt One Road (OBOR).

Zarif juga menjelaskan bahwa Iran sejak lama memainkan peran utama di jalur sutera. "Koridor Selatan-Utara,Selatan-Barat dan Timur-Barat Iran dapat membantu pembangunan kawasan dan hubungan lebih besar regional serta internasional," paparnya.

Terkait kunjungannya ke Jepang, Zarif mengatakan, "Selama kunjungan dua hari ke Tokyo selain menindaklanjuti kesepakatan yang diraih selama kunjungan PM Abe Shinzo ke Tehran, Saya juga akan membicarakan partisipasi aktif Jepang di pengembangan ekonomi Iran dan hubungan bilateral."

Menyikapi statemen Presiden Perancis, Emmanuel Macron yang menyatakan siap menggelar pertemuan antara presiden Iran dan AS, Zarif mengatakan, pertemuan presiden Iran dan Trump tidak mungkin kecuali Amerika kembali bergabung dengan Kelompok 5+1 dan melaksanakan JCPOA. (MF)