Iran Umumkan Pelaksanaan Langkah Ketiga Nuklir
https://parstoday.ir/id/news/iran-i73558-iran_umumkan_pelaksanaan_langkah_ketiga_nuklir
Penelitian dan pengembangan dalam industri nuklir sangat penting dan memainkan peran vital dalam berbagai kemajuan di bidang medis, pertanian, dan industri lainnya.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 06, 2019 12:07 Asia/Jakarta
  • Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
    Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

Penelitian dan pengembangan dalam industri nuklir sangat penting dan memainkan peran vital dalam berbagai kemajuan di bidang medis, pertanian, dan industri lainnya.

Industri nuklir Iran dibangun untuk kepentingan damai dan – berdasarkan fatwa Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei – bertujuan untuk melayani kemajuan sains di berbagai bidang yang dibutuhkan manusia.

Ilmu nuklir saat ini memainkan peran penting dalam produksi berbagai obat untuk pengobatan penyakit kronis, dan ia memberikan kontribusi besar untuk menjadikan sektor produksi yang lebih efesien.

Kegiatan riset dan pengembangan dalam industri nuklir adalah sebuah masalah yang vital dan merupakan hak absolut dari setiap negara untuk terjun di bidang ini.

Berdasarkan kesepakatan nuklir JCPOA, dua aktor utama yaitu Republik Islam Iran dan pihak-pihak lain yang terlibat, membuat komitmen untuk jangka waktu tertentu demi memenuhi kepentingan mereka.

Iran harus mematuhi pembatasan dan ketentuan lain JCPOA jika kepentingan ekonominya terpenuhi termasuk penjualan minyak dan transaksi perdagangan. Namun, setelah Amerika Serikat keluar dari JCPOA dan ketidakmampuan Eropa untuk menutupi kekosongan ini, Iran telah memilih untuk bersabar selama satu tahun dan kemudian mulai mengurangi komitmen nuklirnya secara bertahap.

Menlu Iran tiba di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta.

JCPOA menetapkan kewajiban timbal-balik bagi semua pihak. Jika satu pihak gagal untuk memenuhi kewajibannya, maka pihak lain dapat mengurangi komitmennya berdasarkan pasal 26 dan 36 kesepakatan.

Iran menerima pembatasan tertentu dalam program nuklir dengan imbalan terpenuhi kepentingan ekonominya, namun ketika AS telah keluar dan Eropa juga tidak mampu memenuhi kepentingan Iran, maka Tehran mengambil langkah-langkah pengurangan komitmennya.

Iran sejauh ini telah mengurangi komitmennya dalam tiga tahap sesuai dengan perkembangan situasi. Tehran ingin menciptakan keseimbangan dalam pelaksanaan JCPOA dan memperoleh hak-haknya.

JCPOA adalah sebuah kesepakatan multilateral dan tugas pelaksanannya bukan semata-mata tanggung jawab satu negara, tetapi semua pihak wajib untuk melaksanakan komitmennya sesuai dengan ketentuan kesepakatan.

Dalam hal ini, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/9/2019) malam, bahwa Eropa memiliki kewajiban yang harus dipenuhi berdasarkan JCPOA.

"Kewajiban ini tidak bergantung pada Amerika dan tidak membutuhkan izin dari Amerika," tegasnya.

Sikap Eropa menunjukkan bahwa mereka tidak mau memenuhi kewajibannya tanpa persetujuan dari Washington, padahal kewajiban ini tidak bergantung pada sebuah negara tertentu. (RM)