Gharib Abadi: Saudi Harus Hentikan Aktivitas Nuklir Rahasianya
https://parstoday.ir/id/news/iran-i75423-gharib_abadi_saudi_harus_hentikan_aktivitas_nuklir_rahasianya
Wakil tetap Iran untuk PBB di Wina mengatakan, Arab Saudi harus mengakhiri aktivitas nuklir rahasianya, dan mencontoh Iran dalam hal kerja sama dan transparansi.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 08, 2019 14:47 Asia/Jakarta
  • Kazem Gharib Abadi
    Kazem Gharib Abadi

Wakil tetap Iran untuk PBB di Wina mengatakan, Arab Saudi harus mengakhiri aktivitas nuklir rahasianya, dan mencontoh Iran dalam hal kerja sama dan transparansi.

Kazem Gharib Abadi, Kamis (7/11/2019) pasca sidang khusus Dewan Gubernur, Badan Energi Atom Internasional, IAEA, mereaksi statemen Wakil tetap Saudi di PBB terkait pentingnya kerja sama Iran dengan IAEA.
 
Ia menuturkan, Raja Saudi hingga kini belum mengesahkan dan melaksanakan Perjanjian Perlindungan Komprehensif, meski sudah diminta berkali-kali oleh IAEA, dan tidak mengizinkan inspektur IAEA memasuki reaktor nuklirnya, pada kondisi seperti ini bagaimana mungkin Saudi berbicara soal transparansi dan kerja sama.
 
Menanggapi pernyataan wakil Amerika Serikat di sidang khusus Dewan Gubernur IAEA seputar kepercayaan penuh terhadap kerja profesional para inspektur IAEA, Gharib Abadi menjelaskan, jika Amerika menaruh kepercayaan penuh pada kinerja dan profesionalitas para inspektur IAEA, lalu mengapa tidak mempercayai 16 laporan IAEA dan inspekturnya tentang kepatuhan Iran dalam JCPOA, dan secara sepihak serta melanggar hukum, keluar dari kesepakatan nuklir ini.
 
Gharib Abadi juga merespon statemen wakil rezim Zionis Israel di PBB terkait program nuklir Iran dan menerangkan, rezim Zionis pertama harus membersihkan tangannya terlebih dahulu dari agresi, kejahatan dan senjata pemusnah massal, kemudian masuk ke ruang sidang.
 
Menurutnya sebuah rezim yang tidak menjadi anggota dari satupun konvensi perlucutan senjata dan non-proliferasi, satu-satunya pemilik senjata nuklir, dan penghambat utama perlucutan senjata kawasan Asia Barat, tidak pada tempatnya menasihati negara dunia untuk menjalankan komitmen dan bekerjasama dengan IAEA. (HS)