Iran Cabut Semua Pembatasan Nuklir JCPOA
-
Program nuklir Iran
Pemerintah Republik Islam Iran Minggu malam mengumumkan langkah kelima dan terakhir dalam pengurangan komitmennya terhadap JCPOA.
Pemerintah Iran menyatakan negara ini tidak lagi menghadapi pembatasan dalam masalah nuklir, termasuk kapasitas pengayaan, persentase pengayaan, jumlah bahan yang diperkaya, juga penelitian dan pengembangannya.
Republik Islam Iran mengambil langkah kelima di JCPOA dengan mencabut seluruh batasan operasionalnya, termasuk "batasan jumlah sentrifugal".
Republik Islam Iran menegaskan bahwa program nuklir Iran selanjutnya semata-mata didasarkan pada kepentingan nasionalnya.
Meskipun demikian, Iran masih akan melanjutkan kerja sama dengan IAEA, dan akan meninjau ulang lima langkahnya jika sanksi dicabut dan kepentingan negari ini dipenuhi dalam perjanjian nuklir internasional tersebut.
Jerman, Inggris dan Prancis telah berjanji untuk mempertahankan kesepakatan nuklir internasional ini setelah AS menarik diri secara ilegal dari JCPOA pada 8 Mei 2018. Meskipun demikian, faktanya mereka sejauh ini tidak berhasil menjalankan komitmennya terhadap isi perjanjian nuklir itu.
Tepat setahun setelah AS secara sepihak keluar dari JCPOA dan ketidakefisienan solusi Eropa yang diusulkannya, INSTEX, Iran mulai menjalankan pengurangan komitmennya terhadap JCPOA berdasarkan butir 26 dan 36 Perjanjian internasional ini
Iran telah mengurangi komitmennya menjadi empat langkah dan babak kelima yang merupakan langkah terakhir telah diambil tadi malam.
Menurut butir 26 dan 36 JCPOA, Iran berhak untuk menangguhkan kewajibannya, secara keseluruhan atau sebagian, jika pihak lain gagal memenuhi kewajiban mereka.(PH)