Iran Aktualita 2 Mei 2020
https://parstoday.ir/id/news/iran-i80921-iran_aktualita_2_mei_2020
Dinamika Iran selama beberapa terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai pidato Pemimpin Besar Revolusi Islam di acara "Keakraban dengan al-Quran" di hari pertama bulan Ramadhan.
(last modified 2026-02-08T09:53:30+00:00 )
May 02, 2020 11:38 Asia/Jakarta
  • Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran
    Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran

Dinamika Iran selama beberapa terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai pidato Pemimpin Besar Revolusi Islam di acara "Keakraban dengan al-Quran" di hari pertama bulan Ramadhan.

Isu lainnya mengenai militer Iran akan menindak tegas provokasi AS di Teluk Persia dan pembicaraan antara presiden Iran dan Indonesia membahas penanganan Corona.

Rahbar: Mengamalkan Perintah Al-Quran, Jalan Keselamatan Manusia

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam acara "Kekraban dengan al-Quran" yang diselenggarakan di Mushola Tehran dan dihadiri sejumlah qari al-Quran serta terhubung langsung dengan Huseiniyah Imam Khomeini, yang dihadiri Ayatullah Sayid Ali Khamenei menilai satu-satunya jalan untuk membebaskan umat manusia dari penindasan, diskriminasi, perang, instabilitas, dan pelecehan atas nilai kemanusiaan, serta mewujudkan keamanan, keselamatan dan ketenangan, adalah dengan mengamalkan perintah al-Quran.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran

Pemimpin Besar Revolusi Islam mengatakan, "Salah satu perintah praktis al-Quran terkait dengan cara menyusun aturan dalam hidup, jika hal ini bersandar pada kekuatan, uang dan nafsu, maka manusia tidak akan pernah merasakan kehidupan hakiki dan maknawi, tapi jika manusia meletakkan kehidupan dunianya di atas fondasi kebaikan, maka selain mendapatkan manfaat duniawai, ia juga pasti akan mencapai tujuan hakiki kehidupan."

Revolusi Islam bersandar pada fondasi strategis dari ajaran al-Quran untuk tidak menyerah menghadapi sistem dominasi dan alasan utama untuk semua permusuhan dari kekuatan arogan terhadap revolusi ini harus dilihat dalam poin ini.

Saat ini, ada front besar musuh melawan rezim Islam yang tujuannya adalah menyerang Republik Islam, tetapi mereka gagal mencapai tujuan ini.

Dalam pandangan Pemimpin Besar Revolusi Islam, umat Islam dapat mengatasi masalah dengan mengandalkan nilai-nilai al-Quran, tetapi syarat pentingnya adalah tidak perlu takut dengan ancaman musuh. Itulah sebabnya Pemimpin Besar Revolusi menyebut satu-satunya jalan untuk membebaskan umat manusia dari penindasan, diskriminasi, perang, instabilitas, dan pelecehan atas nilai kemanusiaan, serta mewujudkan keamanan, keselamatan dan ketenangan, adalah dengan mengamalkan perintah al-Quran

Militer Iran akan Tindak Tegas Provokasi AS di Teluk Persia

Staf Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran hari Senin pekan lalu dalam sebuah pernyataan mengatakan, pembemtukan koalisi palsu yang dipimpin Amerika Serikat dengan alasan melindungi keamanan pelayaran kapal-kapal sebagai langkah berbahaya dan pada saat yang sama menrusak perdamaian dan keamanan kawasan.

Teluk Persia

"Amerika Serikat dengan bolak balik kapal mereka yang merugikan dan membuat pangkalan militer di kawasan, praktis menjadi sumber ketidakpatuhan terhadap aturan, kebusukan dan ketidakamanan. Republik Islam Iran berkali-kali memperingatkan perilaku Amerika serikat yang berusaha menciptakan instabilitas, merusak tatanan regional dan melanggar aturan dan hukum internasional, kepada masyarakat internasional," ungkap pernyataan tersebut.

Staf Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran dalam pernyataan ini kepada Amerika Serikat dan sekutnya menekankan, "Ketika bepergian di perairan ekonomi eksklusif Iran, sambil mematuhi hukum dan peraturan internasional, serta peraturan Republik Islam Iran, hendaknya benar-benar menghindari petualangan, tindakan anti-maritim yang aman dan tidak berbahaya, dan narasi palsu dari perilaku berisiko mereka."

Rencana untuk membentuk koalisi militer di Selat Hormuz telah diusulkan oleh Amerika Serikat untuk sejumlah tujuan. Di antara tujuan-tujuan ini adalah intensifikasi tekanan keamanan dan militer terhadap Republik Islam melalui aliansi trans-regional.

Tujuan lain yang dikejar Amerika Serikat dalam rencana ini adalah untuk melemahkan kerja sama regional Iran dengan negara-negara tetangga dan menciptakan ketidakpercayaan regional.

Amerika Serikat juga mengejar perdagangan senjata yang menguntungkan ke negara-negara Arab di kawasan itu.

Di laman Twitter pribadinya, Majid Takht-Ravanchi, Wakil Tetap Iran untuk PBB, menyalahkan Amerika Serikat karena memimpin perlombaan senjata di kawasan Asia Barat.

Mengacu pada laporan baru-baru ini oleh Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI), Takht-Ravanchi mengklarifikasi volume anggaran militer di dunia dan menjelaskan, dengan anggaran militer sebesar $ 732 miliar, Amerika Serikat adalah negara terbesar di dunia dalam hal pembiayaan militer dan itu berarti 3,4 persen dari PDB negara ini.

"Arab Saudi berada di peringkat kelima dengan $ 61 miliar dan $ 900 juta dalam pengeluaran militer dan jumlahnya 8 persen dari PDB-nya," tambah Takht-Ravanchi.

Wakil Tetap Iran di PBB melanjutkan penjelasannya bahwa Republik Islam Iran dengan $ 12 miliar dan $ 600 juta yang berarti 2,3 persen dari PDB-nya berada di urutan 18. Dengan catatan ini, jelas siapa yang menjadi penyebab perlombaan senjata di kawasan.

Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa Trump sedang mengejar kebijakan multi-tujuan dalam rencana untuk membentuk koalisi militer di Selat Hormuz.

Tetapi kondisi geopolitik spesifik wilayah Teluk Persia dan Selat Hormuz, sedemikian rupa sehingga tidak ada kekuatan di dunia yang dapat mengabaikan peran Iran dalam menjaga keamanan jalur maritim penting global ini, yang merupakan arteri utama transfer energi di dunia. Iran telah berulang kali menunjukkan bahwa ia mampu mengamankan Selat Hormuz dan tidak akan membiarkan siapa pun mengganggu keamanan penyeberangan laut yang sensitif ini. Pada saat yang sama, Iran berupaya menginternalisasi keamanan di wilayah tersebut.

Masih dengan tema ini, Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran, mempresentasikan Rencana Perdamaian Hormuz di Majelis Umum PBB pada tahun 2019.

Inisiatif ini bertujuan untuk mempromosikan solidaritas, hubungan damai dan ramah serta kerja sama antara semua negara di kawasan ini, kerja sama dalam menghadapi ancaman bersama dan penyelesaian damai semua ketegangan dan konflik regional melalui peningkatan komunikasi antara pemerintah regional.

Pembicaraan Presiden Iran dan Indonesia Soal Penanganan Corona

Presiden Republik Islam Iran dan Indonesia, menekankan pengembangan dan pengokohan hubungan bilateral di semua bidang serta kerja sama untuk kepentingan kedua bangsa. Hassan Rouhani dan Joko Widodo dalam pembicaraan via telepon, Senin pekan lalu berdiskusi mengenai penyebaran virus Corona di dunia dan kebijakan yang diambil kedua negara untuk melawan virus mematikan ini.

Joko Widodo dan Hassan Rouhani

Kedua pihak juga bertukar pandangan seputar kerja sama di bidang penanganan Covid-19, pertukaran pengalaman, dan pemenuhan kebutuhan timbal balik Iran-Indonesia.

"Republik Islam mencapai kesuksesan yang bagus di bidang ilmiah dan teknologi serta produksi berbagai kebutuhan seperti test kit, ventilator, CT-Scan, dan masker N95. Tehran siap melakukan kerja sama dengan Jakarta," ujar Rouhani.

Di bagian lain, Rouhani menjelaskan sanksi Amerika Serikat terhadap Iran bertentangan dengan hak asasi manusia yang fundamental.

"Sanksi ilegal ini berbahaya mengingat semua negara dunia sedang berjuang memerangi virus Corona," tandasnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi menyampaikan rasa gembira atas kesuksesan Iran dalam memerangi wabah Corona.

"Wabah Corona telah menciptakan situasi yang sulit bagi dunia dan dalam situasi sekarang, semua negara khususnya negara-negara Muslim harus saling membantu," imbuhnya.

Rouhani dan Jokowi menyampaikan harapan agar pertemuan Komisi Bersama Kerjasama Bilateral ke-13, bisa mempercepat implementasi kesepakatan dan memperluas hubungan Tehran-Jakarta lebih dari sebelumnya.