Iran dan Korsel Pacu Kerjasama Perdagangan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i8104-iran_dan_korsel_pacu_kerjasama_perdagangan
Republik Islam Iran dan Korea Selatan menandatangani 14 nota kesepahaman (MoU) di bidang energi dan infrastruktur selama pertemuan di Tehran, Selasa (3/5/2016).
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 04, 2016 10:19 Asia/Jakarta
  • Iran dan Korsel Pacu Kerjasama Perdagangan

Republik Islam Iran dan Korea Selatan menandatangani 14 nota kesepahaman (MoU) di bidang energi dan infrastruktur selama pertemuan di Tehran, Selasa (3/5/2016).

Iran dan Korsel menggelar pertemuan bisnis di Tehran yang dihadiri oleh Presiden Park Geun-hye dan Menteri Perindustrian, Pertambangan dan Perdagangan Iran, Mohammad Reza Nekmatzadeh.

 

Pada kesempatan itu, Nekmatzadeh mengatakan Iran dan Korsel tertarik untuk bekerjasama di bidang industri, pertambangan, infrastruktur, pariwisata, dan jasa. Ia menambahkan bahwa program industrialisasi Iran tidak mengizinkan perakitan produk dan perusahaan-perusahaan Korsel tidak boleh lagi berpikir untuk bisnis perakitan di Iran.

 

Nekmatzadeh menekankan bahwa untuk melaksanakan MoU, pertama-tama perlu memulihkan hubungan perbankan dan pelayanan asuransi ekspor, di mana pembicaraan efektif sudah dilakukan dalam hal ini.

 

Presiden Park juga mengatakan Korsel telah menyiapkan paket dukungan 25 miliar dolar untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Iran. Menurutnya, Iran sebagai sebuah negara kaya dapat menjadi arena yang tepat untuk investasi para pebisnis Korsel dan pelaksanaan Mou tersebut akan membuka peluang untuk pengembangan ekonomi kedua negara.

 

"Iran ingin melakukan investasi senilai 185 miliar dolar sampai tahun 2020 untuk membangun infrastruktur industri minyak dan gas. Kerjasama perusahaan Korsel dan Iran di bidang ini tentu akan membawa hasil yang diharapkan bagi kedua negara," tambahnya.

 

MoU yang diteken kedua pihak juga mencakup jaminan dukungan dana untuk proyek-proyek sektor swasta Iran dan Korsel. Dalam hal ini, Dana Pembangunan Nasional Iran (NDFI) menandatangani Mou dengan Bank Ekspor-Impor Korea (Eximbank) di Tehran.

 

Presiden NDFI, Sayid Safdar Hosseini menekankan tekad serius Korsel untuk membangun kembali kerjasama ekonomi politik dengan Iran setelah penghapusan sanksi. Dia mengatakan, iklim untuk investasi bersama di sektor minyak, gas, petrokimia, listrik, dan transportasi telah tersedia.

 

Sementara itu, Direktur Eximbank Korea, Lee Duk-hoon menganggap Iran sebagai jalur utama penghubung antara Asia, Afrika, dan Eropa, dan mengatakan Korsel siap mentransfer pengalamannya di sektor pembangunan kepada pihak Iran dan sebaliknya memanfaatkan pengalaman Iran di bidang teknis dan ekonomi.

 

Dalam pertemuan tersebut, produsen mobil terbesar kedua Iran, Saipa dan perusahaan Korsel, SK Networks juga menandatangani MoU untuk membentuk sebuah perusahaan mobil bersama. Pihak Korsel rencananya akan segera membahas kondisi pembentukan perusahaan tersebut.

 

Presiden Park Geun-hye tiba di Tehran pada Ahad (1/5/2016) atas undangan Presiden Hassan Rouhani. Ia tercatat sebagai pemimpin Korsel pertama yang mengunjungi Iran sejak kemenangan Revolusi Islam. Dalam perjalanan bersejarah ini, Park membawa sebuah delegasi ekonomi yang terdiri dari 200 pelaku usaha di sektor pemerintah dan swasta.

 

Kunjungan Park merupakan titik balik dalam hubungan kedua bangsa dan negara, serta membuka lembaran baru dalam kemitraan tradisional kedua kekuatan penting di Asia ini. (RM)