Uni Eropa Rugi 25 Miliar Euro akibat Perang terhadap Iran
-
Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa
Pars Today – Presiden Komisi Eropa mengungkapkan bahwa benua ini telah merugi sebesar 25 miliar euro akibat penutupan Selat Hormuz dan penahanan energi.
Menurut laporan Klub Jurnalis Muda (YJC); Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa, mengungkapkan bahwa Uni Eropa mengalami kerugian sebesar 25 miliar euro akibat kenaikan harga energi menyusul perang antara Amerika Serikat dan rezim teroris Israel melawan Iran.
Von der Leyen dalam konferensi pers yang digelar setelah KTT informal Eropa di Siprus pada hari Jumat (24/4/2026) menjelaskan bahwa jumlah tersebut mencerminkan kenaikan langsung biaya impor tanpa adanya peningkatan konsumsi riil. Ia menyatakan: "Dalam 54 hari sejak dimulainya konflik, biaya impor hidrokarbon Uni Eropa meningkat sebesar 25 miliar euro, padahal kami bahkan tidak membeli satu molekul pun tambahan."
Presiden Komisi tersebut menekankan bahwa kerugian besar ini mengharuskan Uni Eropa untuk mengkaji ulang strateginya terkait sektor energi, dan menambahkan: "Karena alasan inilah, kita harus mempercepat proses adopsi dan implementasi sumber energi alternatif."
Awal bulan ini, Von der Leyen memperingatkan bahwa krisis Asia Barat berdampak besar pada ekonomi Uni Eropa, sebuah ekonomi yang telah membayar biaya sangat tinggi karena ketergantungannya pada energi asing.
Ia menambahkan bahwa "blokade yang diberlakukan di Selat Hormuz menyebabkan kerusakan signifikan pada ekonomi Eropa" dan mencatat bahwa kelanjutan situasi ini akan meningkatkan tekanan inflasi dan membebani konsumen serta bisnis di benua ini.
Dalam konteks yang sama, Dan Jørgensen, Komisaris Energi Uni Eropa, mengungkapkan bahwa biaya energi tambahan sejak dimulainya konflik telah mencapai sekitar 24 miliar euro, yang dihitung dengan tingkat harian mendekati 500 juta euro, dan menekankan bahwa hal ini berdampak pada semua negara Uni Eropa, sektor industri, dan warganya. (MF)