Baghaei: Negosiasi atau Rudal? AS dan Zionis Lancarkan Perang, Kami Siap
-
Jubir Kemenlu Iran, Esmail Baghaei
Pars Today – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran terkait sampai kapan proses perundingan dengan Amerika Serikat akan berlanjut di saat gencatan senjata selalu dilanggar, mengatakan: "Harus dikaji, diplomasi dan medan perang tidak terpisah satu sama lain, tetapi sejajar dan bersama-sama untuk melindungi kepentingan dan keamanan Iran."
Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Rabu (10/6) menegaskan: "Di mana pun angkatan bersenjata Iran menganggap perlu, mereka akan merespons musuh dengan otoritas dan kekuatan. Di bidang diplomasi juga demikian, pilar-pilar kedaulatan, dengan koordinasi penuh satu sama lain, akan menggunakan instrumen diplomasi di mana pun diperlukan, dan kekuatan militer di mana pun diperlukan, untuk membela Iran."
Baghaei menambahkan: "Proses diplomatik tidak terjadi dalam ruang hampa, dan untuk memajukan setiap proses diplomatik, kita memerlukan lingkungan minimal agar proses yang berjalan dapat dilanjutkan. Amerika Serikat, dalam hal pesan-pesan yang kontradiktif, perubahan posisi dan tuntutan yang sering, serta pelanggaran berulang gencatan senjata, merusak proses ini, dan rezim Zionis juga, dengan melanggar gencatan senjata, merusak proses yang ada." "Setiap proses diplomatik menjadi goyah dengan penggunaan kekerasan dan tindakan ilegal oleh salah satu pihak." (MF)