AS; Sponsor Terorisme Negara di Dunia
https://parstoday.ir/id/news/iran-i82675-as_sponsor_terorisme_negara_di_dunia
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Sayid Abbas Mousavi mengatakan, Iran sepenuhnya menolak laporan tahunan Amerika terkait terorisme karena laporan ini tidak jujur dan disusun dengan standar ganda Washington. Tak hanya itu, Iran juga mengecam laporan tersebut.
(last modified 2026-04-05T11:58:22+00:00 )
Jun 26, 2020 15:52 Asia/Jakarta
  • AS dan Sponsor terorisme
    AS dan Sponsor terorisme

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Sayid Abbas Mousavi mengatakan, Iran sepenuhnya menolak laporan tahunan Amerika terkait terorisme karena laporan ini tidak jujur dan disusun dengan standar ganda Washington. Tak hanya itu, Iran juga mengecam laporan tersebut.

Sayid Abbas Mousavi Kamis (25/6/2020) malam saat merespon perilisan laporan tahunan Amerika mengingatkan,"Amerika Serikat sebagai sponsor terbesar terorisme negara dan pendukung utama rezim penjajah Quds (Israel) bukan pada posisi untuk mengklaim melawan terorisme dan menghakimi masalah ini."

Jubir Kemenlu Iran Sayid Abbas Mousavi

Menyimak transformasi politik dan keamanan selama satu dekade terakhir di kawasan Asia Barat menunjukkan, Amerika memanfaatkan wacana terorisme dan HAM sebagai alat atau menginterpretasikan demi keuntungannya. Hal ini dilakukan Amerikauntuk memajukan kepentingan makro dan kepentingan di luar perbatasannya.

Studi kasus tentang perkembangan di Suriah setelah 2011 adalah contoh yang jelas dari opini publik dunia, yang jelas menunjukkan dukungan instrumental terorisme oleh Amerika Serikat. Mempersiapkan jalur yang mudah untuk kedatangan teroris dari berbagai perbatasan dunia ke Suriah dan pembagian mereka dalam bentuk kelompok teroris baik dan buruk hanya contoh nyata dari kinerja politik dan standar ganda Wasington dalam memerangai terorisme.

Kebijakan dualisme Amerika ini bukan saja gagal mencerabut akar terorisme dari kawasan Asia Barat, bahkan kini ribuan rakyat tak berdosa Suriah dan Irak menjadi korban terorisme di mana Amerika suatu hari memiliki peran dalam membesarkannya.

Pembentukan kelompok teroris Daesh (ISIS), Front al-Nusra yang saat ini berubah menjadi Tahrir al-Sham serta berbagai kelompok teroris lainnya muncul dari kebijakan Amerika di kawasan Asia Barat. Sikap Presiden Donald Trump ketika kampanye pemilu presiden 2016 membenarkan bahwa negara ini memiliki peran dalam pembentukan berbagai kelompok teroris.

Donald Trump selama kampanye pilpres dengan transparan mengakui bahwa pemerintah Amerika sebelumnya membentuk kelompok teroris Daesh serta berbagai kelompok teroris lainnya.

Selain bangsa kawasan, rakyat Iran juga korban terorisme dimana Amerika memiliki peran langsung atau tidak.d ukungan AS terhadap kelompok teroris Munafikin (MKO) sangat jelas bagi siapa pun dan lebih dari 17 ribu warga Iran gugur syahid akibat pergerakan dan ulah MKO serta kelompok teroris lainnya.

Contoh langsung dengan label terorisme negara adalah langkah Amerika meneror Syahid Qassem Soleimani, komandan pasukan Quds IRGC yang dikenal sebagai pahlawan dalam memerangi terorisme di tingkat dunia.

Teror Syahid Soleimani yang dilakukan atas instruksi langsung Presiden Donald Trump merupakan bukti nyata pelanggaran hukum internasional dan butir kedua piagam PBB serta bukti tak terbantahkan dari upaya membahayakan perdamaian serta keamanan global.

Penerapan sanksi sepihak dan terorisme ekonomi serta terorisme medis oleh Amerika terhadap rakyat Iran dan eskalasinya di tengah-tengah upaya memerangi pandemi Corona juga contoh lain dari aksi-aksi terorisme Amerika.

Langkah anti kemanusiaan ini membuat Amerika bukan pada posisi untuk merilis terorisme secara sepihak setiap tahun atau laporan mengenai pelanggaran HAM di berbagai negara dunia. Dan saat ini opini publik dunia mengingat Amerika sebagai sponsor terorisme dan harus memberi pertanggung jawaban kepada otoritas internasional. (MF)