Iran Pelopor dalam Perang Melawan Penyelundupan Narkoba dengan Dukungan paling Sedikit
https://parstoday.ir/id/news/iran-i85955-iran_pelopor_dalam_perang_melawan_penyelundupan_narkoba_dengan_dukungan_paling_sedikit
Dalam beberapa tahun terakhir, Republik Islam Iran sendiri telah menyumbang penemuan 76% dari opium global, 67% morfin global dan 17% heroin global.
(last modified 2026-06-06T16:42:11+00:00 )
Okt 05, 2020 15:26 Asia/Jakarta
  • Kantor PBB urusan Obat-Obatan dan Kejahatan (UNODC)
    Kantor PBB urusan Obat-Obatan dan Kejahatan (UNODC)

Dalam beberapa tahun terakhir, Republik Islam Iran sendiri telah menyumbang penemuan 76% dari opium global, 67% morfin global dan 17% heroin global.

Terlepas dari kenyataan bahwa Iran menemukan jumlah narkoba yang tidak pernah terjadi sebelumnya di perbatasannya tahun lalu, negara-negara yang paling diuntungkan dari perjuangan ini ternyata mengelak dari tanggung jawab global dengan berbagai dalih, seperti sanksi dan penyebaran virus Corona. Tidak bekerja samanya beberapa negara di bidang kontra narkoba dengan berbagai dalih merupakan salah satu isu yang berulang kali diperingatkan oleh para pejabat Republik Islam.

Majid Karimi, Kepala Polisi Anti Narkoba Iran

Majid Karimi, Kepala Polisi Anti Narkoba Iran, menegaskan hal itu pada pertemuan khusus sub-badan Komisi Anti Narkoba yang digelar dalam bentuk konferensi video. Pertemuan luar biasa Kantor PBB urusan Obat-Obatan dan Kejahatan (UNODC) diadakan melalui konferensi video di Wina, Austria, selama dua hari.

Kepala Polisi Anti Narkoba Republik Islam Iran menyatakan, "Wabah penyakit Corona telah sepenuhnya mempengaruhi peredaran narkoba di jalur udara dan risiko peredaran narkoba oleh para penyelundup secara luas di sebagian besar negara, terutama Iran telah meningkat.

Sedikit sekali menemukan negara di dunia saat ini yang melihat fenomena narkoba dan kecanduan bukanlah perhatian terpenting atau salah satu masalah sosial terpenting. Setiap tahun, sejumlah besar uang dihabiskan untuk memerangi masalah kecanduan dan narkoba, namun jumlah geng dan pecandu narkoba terus meningkat.

Untuk mencegah peredaran narkoba, Iran telah memblokir hampir 2.000 kilometer perbatasan dengan rintangan seperti tembok, membangun pos pemeriksaan perbatasan, sistem pencitraan, kawat berduri, dan penggalian kanal, serta telah menghabiskan miliaran dolar. Sejauh ini, lebih dari 3.800 pembela keamanan negara di perbatasan dan polisi telah menjadi syahid dalam perang melawan para pengedar narkoba.

"Upaya Iran untuk berpartisipasi dalam tantangan global perang melawan narkoba dipuji," kata Alexander Fedulof, perwakilan Kantor PBB urusan Narkoba dan Kejahatan di Tehran.

Laporan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) tahun 2020 menyebutkan bahwa pangsa penemuan opium dunia oleh Republik Islam Iran telah mencapai 90% tahun ini.

UNODC dan Republik Islam Iran

Laporan dan statistik ini menunjukkan bahwa Iran dalam perang melawan narkoba, meskipun sendirian tapi serius dan bertekad. Sementara Iran telah mengeluarkan banyak biaya dalam perang melawan narkoba untuk mencegah transit narkoba ke Eropa. Negara-negara Eropa tahu bahwa Iran memainkan peran yang tak tergantikan dalam perang melawan narkoba, dan jika Republik Islam menghentikan perang ini untuk sesaat saja, negara-negara Eropa paling menderita akibat arus pengiriman narkoba ke negara mereka.

Negara-negara Eropa bukan hanya tidak membantu lewat jalur ini, tetapi justru mencegah bantuan kepada Iran. Perdagangan narkoba merupakan ancaman global, dan semua negara harus bertindak secara bertanggung jawab dalam menghadapi ancaman politik.