Iran Aktualita, 21 November 2020
https://parstoday.ir/id/news/iran-i87450-iran_aktualita_21_november_2020
Dinamika Iran sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai pernyataan penasihat pertahanan Rahbar bahwa kekuatan militer Iran tidak bisa dinegosiaskan dengan pihak manapun.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Nov 21, 2020 00:56 Asia/Jakarta
  • Sistem radar canggih Iran
    Sistem radar canggih Iran

Dinamika Iran sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai pernyataan penasihat pertahanan Rahbar bahwa kekuatan militer Iran tidak bisa dinegosiaskan dengan pihak manapun.

Selain itu, pernyataan ketua MA Iran mengenai sengketa Pilpres AS, Iran siap memasok keperluan militer Irak, Iran dan Irak menargetkan perdagangan capai 20 miliar dolar, delapan vaksin dari Iran masuk calon vaksin Covid-19 WHO dan animasi Iran berkibar di festival film Slovakia.

 

Hossein Dehghan

 

Penasihat Rahbar: Kekuatan Militer Iran Harga Mati !

Penasihat Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Urusan Pertahanan, Hossein Dehghan menyatakan Republik Islam Iran tidak akan melakukan negosiasi dengan siapapun mengenai kekuatan militernya dalam keadaan apapun.

Hossein Dehghan hari Kamis (19/11/2020) mengatakan, "Kami tidak ingin memulai perang, tetapi kami juga tidak mengejar negosiasi [dengan AS],".

"Republik Islam Iran tidak akan melakukan negosiasi dengan siapapun dalam keadaan apapun tentang kekuatan militernya," tegas penasihat pertahanan Rahbar.

Mengenai laporan New York Times baru-baru ini yang mengklaim bahwa Trump bermaksud untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran di hari-hari terakhir kepresidenannya, Dehghan menekankan, "Konflik terbatas dan taktis bisa memicu perang besar-besaran. Amerika Serikat, kawasan dan dunia tidak akan mampu bertahan dari krisis berskala besar,"

 

Seyed Ebrahim Raisi 

 

Raisi: Sengketa Pilpres, Bongkar Borok Amerika

Ketua Mahkamah Agung Iran, Seyed Ebrahim Raisi menyebut fenomena pilpres AS mengungkapkan borok negara ini.

"Apa yang terlihat di Amerika Serikat saat ini adalah skandal mereka setelah sekian lama membentuk citra dirinya sebagai kampiun demokrasi," ujar Raisi hari Senin (16/11/2020)

"Pemilu presiden AS baru-baru ini menunjukkan kepada dunia mengenai citra mereka sebenarnya yang tidak nyata, dan terbukti menghadapi banyak masalah," tegasnya.

Amerika, tutur Raisi, selama ini berusaha untuk mendominasi pemikiran dan opini masyarakat dunia melalui ancaman dan distorsi, tetapi masyarakat yang berwawasan seperti masyarakat Iran sangat menyadari bahwa ancaman Amerika tidak efektif dengan cara apapun.

Meskipun Joe Biden sudah mengumumkan kemenangannya dalam pemilu presiden AS, tapi Donald Trump hingga kini masih belum menerima kekalahannya dan mengklaim terjadi penipuan masif.

Trump menolak menerima hasil pemilu dan mengajukan gugatan hukum di beberapa negara bagian penting.

 

Menteri pertahanan Iran dan Irak

 

Brigjen Hatami: Iran Siap Pasok Keperluan Militer Irak

Menteri Pertahanan Iran, Brigjen Amir Hatami mengatakan, Republik Islam Iran siap untuk memenuhi kebutuhan angkatan bersenjata Irak demi memperkuat kekuatan pertahanan nasionalnya.

Brigjen Amir Hatami dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan Irak, Juma Anad Saadoun di Tehran hari Sabtu (14/11/2020) mengatakan bahwa negara-negara kawasan harus memastikan dan mengelola keamanannya bersama.

"Iran  terus mendukung proses politik, stabilitas, keamanan dan keutuhan wilayah Irak serta siap berpartisipasi dalam rekonstruksi dan pembangunan Irak," ujar Menhan Iran.

Menyinggung kerja sama antara Iran dan Irak dalam perang melawan terorisme di kawasan, Brigjen Hatami menyatakan bahwa kehadiran dan intervensi pasukan transregional merupakan faktor ketidakamanan dan ketidakstabilan di Asia Barat.

"Perilaku negara-negara besar, terutama Amerika Serikat menunjukkan bahwa mereka memiliki rencana jangka panjang untuk menyulut instabilitas di kawasan. Tapi perlawanan rakyat Irak bersama angkatan bersenjata, dan pemerintah Irak dan Suriah, berhasil menyelamatkan kawasan dari para penyerang kriminal dan teroris," papar Brigjen Hatami.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Irak dalam pertemuan tersebut mengatakan, "Rakyat Irak tidak akan pernah melupakan nasehat dan bantuan senjata dari Republik Islam Iran untuk mengusir dan mengalahkan kelompok teroris Daesh,".

 

 

 

 

Iran dan Irak Targetkan Tembus Perdagangan 20 Miliar Dolar

Konsul Jenderal Republik Islam Iran di Sulaymaniyah, Irak, menyatakan Tehran dan Baghdad menargetkan pagu perdagangan 20 miliar dolar per tahun.

Mehdi Shoushtari hari Minggu (15/11/2020) optimis menyikapi prospek hubungan Tehran-Baghdad dengan target perdagangan sebesar 20 miliar dolar.

"Dengan taktik dan kesepakatan bersama para pejabat kedua belah pihak, hubungan perdagangan selama periode Corona terus berlanjut sesuai dengan semua protokol kesehatan di perbatasan," ujarnya.

Tehran dan Baghdad menjalin hubungan yang sangat erat di berbagai sektor dari politik hingga ekonomi. Irak termasuk salah satu tujuan utama ekspor Iran.


 

 

Delapan Vaksin dari Iran Masuk Calon Vaksin Covid-19 WHO

Juru Bicara Badan Pengawas Obat dan Makanan Iran mengumumkan sebanyak delapan vaksin Iran telah masuk dalam daftar kandidat vaksin Covid-19 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kianoosh Jahanpour dalam cuitan di Twitter hari Sabtu (14/11/2020) mengatakan, sebanyak delapan vaksin Corona Iran telah dipilih untuk Organisasi Kesehatan Dunia untuk masuk dalam daftar calon vaksin Covid-19.

"Hampir semua kemungkinan strategis untuk memperoleh vaksin Covid-19 di Iran telah melewati tahap produksi di laboratorium," tegasnya.

Sekitar 54 juta orang di seluruh dunia telah terinfeksi virus Corona, dan setidaknya 1.311.000 meninggal, serta lebih dari 37 juta orang dinyatakan sembuh.

 

 

 

Animasi Iran Berkibar di Festival Film Slovakia

Animasi Iran, Eaten memenangkan penghargaan khusus Festival Film Golden Beggar di Slovakia.

Animasi pendek Iran Eaten besutan Mohsen Rezapour memenangkan penghargaan khusus pada upacara penghargaan Festival Film Golden Beggar ke-26 di Slovakia.

Tahun ini, akibat merebaknya virus corona, festival dan acara penghargaannya digelar secara virtual.

Film animasi Eaten mengenai femena di dunia ketika antara satu dengan yang lain saling memakan. Tapi salah satu makhluk itu menemukan cara untuk bertahan hidup dan setelah dimakan, ia melanjutkan hidupnya di dalam perut serigala.(PH)