Iran Aktualita,16 Januari 2021
https://parstoday.ir/id/news/iran-i89435-iran_aktualita_16_januari_2021
Dinamika Iran sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai manuver militer baru yang digelar angkatan laut Iran dan peluncuran rudal balistik jarak jauh anti-kapal oleh IRGC.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jan 16, 2021 13:15 Asia/Jakarta
  • Peluncuran rudal balistik Iran
    Peluncuran rudal balistik Iran

Dinamika Iran sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai manuver militer baru yang digelar angkatan laut Iran dan peluncuran rudal balistik jarak jauh anti-kapal oleh IRGC.

Selain itu, statemen menlu Iran mengenai kapal tanker Korea Selatan yang disita di Iran dan pembebasan asset Iran di Korea Selatan, Iran mulai memproduksi bahan bakar baru untuk reaktor riset, ilmuwan Iran memberikan alasan mengenai penolakan terhadap vaksin AS, Iran menyuntikan dosis kedua uji vaksin Covid-19 kepada tiga relawan dan film Iran, The Sun berpeluang meraih piala Oscar.

 

 

Manuver "Kekuatan Maritim-99" AL Militer Iran

Angkatan Laut Militer Republik Islam Iran menggelar manuver bersandi Eqtedar-e Daryayi-99 (Kekuatan Maritim-99) di pesisir pantai Makran dan wilayah utara Samudra Hindia pada Rabu, 13 Januari 2021.

Tahap pertama manuver Kekuatan Maritim-99 yang digelar secara "aksidental" ini melibatkan unit-unit tempur permukaan laut, bawah laut, dan udara AL Militer Iran. Semua armada juga dikerahkan ke zona manuver untuk mengikuti latihan khusus menyerang target.

Pada hari pertama latihan, berbagai tipe rudal jelajah laut, darat ke darat, torpedo kapal selam AL Militer Iran, ditembakkan ke arah target. Operasi dengan menggunakan pesawat tanpa awak juga dilakukan dalam manuver Kekuatan Maritim-99 ini.

Seluruh personel juga melancarkan operasi khusus di pesisir pantai dan laut, dan melakukan operasi drone dan perang elektronik.

Juru bicara manuver militer Kekuatan Maritim-99 Laksamana Hamzah-Ali Kaviani mengatakan, manuver militer ini digelar secara "insidental", dan dalam waktu yang sangat singkat.

 

IRGC Luncurkan Rudal Balistik Jarak Jauh Anti-Kapal

Tahap akhir manuver militer Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC, Payambar Azam 15, ditutup dengan operasi strategis rudal balistik jarak jauh anti-kapal dan menghancurkan target pada jarak 1.800 kilometer.

Tahap kedua manuver militer Payambar Azam 15 yang diselenggarakan di wilayah gurun Iran tengah hari ini, Sabtu (16/1/2021) ditutup dengan operasi strategis rudal balistik jarak jauh anti-kapal.

Pada tahap ini, setelah lokasi target berhasil ditemukan oleh sistem informasi Angkatan Udara IRGC, rudal-rudal jarak jauh dari berbagai kelas ditembakkan dari jarak 1.800 kilometer, dan berhasil menghancurkan target di utara Samudra Hindia.

Manuver militer AU IRGC, Payambar Azam 15 dimulai hari Jumat (15/1) dengan kombinasi operasi rudal dan drone, serta latihan menyerang fondasi pertahanan musuh

 

Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif

 

Zarif: Korsel Segera Bebaskan Aset Iran !

Menteri Luar Negeri Iran menekankan penghapusan segera segala bentuk hambatan akses Iran terhadap asetnya di bank-bank Korea Selatan.

Mohammad Javad Zarif, Senin (11/1/2021) dalam pertemuan dengan Wakil Menlu Korea Selatan, Choi Jong Kun di Tehran mengatakan, dengan memperhatikan dampak wabah virus Corona di bidang kesehatan dan ekonomi, maka saat ini prioritas utama dalam hubungan dua negara adalah membuka akses Iran ke asetnya di bank-bank Korsel.

Menlu Iran juga menyinggung penahanan kapal tanker Korsel, dan menyebutnya sebagai masalah teknis. Menurutnya, kapal tanker Korsel ditahan karena melakukan pencemaran laut Teluk Persia, maka dari itu, hal ini sepenuhnya masalah teknis yang penyelesaiannya dilakukan sesuai undang-undang yang berlaku di Iran, dan pemerintah Tehran tidak bisa mencampuri proses hukum.

Di sisi lain, Wakil Menlu Korsel, Choi Jong Kun menekankan tekad negaranya untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam hubungan Tehran-Seoul.

Ia menuturkan, Seoul akan mengerahkan semua kemampuan untuk membuka akses Iran ke asetnya di bank-bank Korsel.

Pada saat yang sama, Choi Jong Kun mendesak pembebasan kapal tanker Korsel yang ditahan oleh Iran di perairan Teluk Persia baru-baru ini.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC hari Senin (4/1/2021) menahan sebuah kapal berbendera Korsel bernama Hankuk Chemi yang mengangkut 7.200 ton etanol, karena melanggar protokol lingkungan hidup di Teluk Persia. Saat ini kapal tersebut bersandar di pelabuhan Bandar Abbas, selatan Iran.

 

 

Iran Mulai Produksi Bahan Bakar Baru untuk Reaktor Riset

Wakil Tetap Iran untuk Organisasi-organisasi Internasional yang berbasis di Wina, mengatakan kami telah memulai kegiatan riset dan pengembangan bahan bakar berbasis logam uranium untuk Reaktor Riset Tehran.

Kazem Gharibabadi pada hari Rabu (13/1/2021) menuturkan, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah diberitahu tentang rencana Iran untuk merancang jenis bahan bakar yang lebih baik untuk Reaktor Riset Tehran dan tim inspeksi IAEA telah mengunjungi pabrik logam bahan bakar ini tiga hari lalu.

"Dirjen IAEA Rafael Grossi juga telah memberi tahu negara-negara anggota tentang perkembangan terkini mengenai rencana Iran," kata Gharibabadi.

"Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap. Pada tahap pertama, logam uranium akan diproduksi dengan menggunakan uranium alam. Langkah ini secara teknis akan menempatkan Iran di antara negara-negara maju di bidang produksi bahan bakar baru," tegasnya.

Parlemen Iran telah menyetujui Undang-undang Tindakan Strategis untuk Pencabutan Sanksi pada 1 Desember 2020.

UU itu memerintahkan eksekutif untuk memperkaya uranium hingga kemurnian 20 persen, meningkatkan cadangan uranium yang diperkaya, dan mengoperasikan sentrifugal generasi baru IR-2M dan IR6 di reaktor nuklir.

 

 

 

 

Ini Penjelasan Ilmuwan Iran Tolak Vaksin AS

Kepala Akademi Ilmu Kedokteran Iran, Alireza Marandi dalam sebuah surat kepada Sekretaris Jenderal PBB mengatakan, "Tidak ada jaminan efektivitas jangka panjang tanpa efek samping dari vaksin buatan Amerika dengan teknologi baru mRNA."

Alireza Marandi menulis surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Selasa (12/1/2021) untuk menanggapi pernyataan Direktur Eksekutif Program Manajemen Darurat Organisasi Kesehatan Dunia yang mengatakan "Jangan mempolitisasi virus Corona".

"Iran memiliki hak sendiri untuk memutuskan apakah akan menolak vaksin dengan teknologi yang tidak dapat diandalkan," katanya.

Marandi memandang potensi efek samping jangka panjang dari vaksin yang diproduksi di AS sangat tidak pasti, sehingga  warga AS sendiri tidak diizinkan untuk menuntut perusahaan atau pemerintah, jika vaksin mengakibatkan efek samping.

Di bagian lain dari suratnya kepada Guterres, Kepala Akademi Ilmu Kedokteran Iran menekankan bahwa kegagalan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menanggapi sanksi AS yang tidak manusiawi terhadap Iran tidak lain dari masalah politik.

"Hal yang harus kita waspadai dari vaksinasi mRNA Amerika kepada masyarakat karena jenis vaksin ini telah diproduksi dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya berdasarkan teknologi yang belum pernah dilisensikan sebelumnya," papar kepala akademi ilmu kedokteran Iran.

Marandi dalam suratnya kepada sekjen PBB menegaskan bahwa para ilmuwan Iran telah bekerja keras untuk mengembangkan dan memproduksi vaksin Corona yang akan berhasil lebih cepat jika tidak menghadapi tekanan sanksi.

"Negara-negara Barat merampas akses orang-orang Iran terhadap obat-obatan dan peralatan medis vital, bahkan selama epidemi Covid-19 saat ini," pungkasnya.

 

 

Iran Suntikan Dosis Kedua Uji Vaksin Covid-19 kepada Tiga Relawan

Dosis kedua uji vaksin Covid-19 produksi Iran telah disuntikkan kepada tiga relawan melanjutkan pengujian sebelumnya dua pekan lalu.

Setelah keberhasilan uji vaksin COV Iran Barekat 14 hari lalu, dilanjutkan dengan tahap kedua dari penyuntikan vaksin lokal Iran ini yang berlangsung Selasa (12/1/2021) kepada tiga relawan pertama.

Sejauh ini, dosis pertama vaksin telah disuntikkan kepada 14 orang, dan jumlahnya harus mencapai 56 pada fase studi klinis.

Setiap sukarelawan akan mendapatkan suntikan kedua dua pekan setelah suntikan pertama dan di bawah perawatan medis yang diperlukan.

Pada akhir tahap ini, keamanan vaksin harus disetujui oleh dokter, spesialis dan tim pengawas, kemudian memasuki tahap kedua untuk menentukan keefektifan vaksinasi.

 

Film The Sun

 

Film Iran, The Sun Berpeluang Raih Piala Oscar

Film Iran, The Sun garapan sutradara Majid Majidi, berada di antara 10 film yang berpeluang memenangkan penghargaan Academy Awards 2021 atau Piala Oscar.

Seperti dikutip Mehrnews, Sabtu (9/1/2021), majalah Variety menerbitkan daftar film-film yang berpeluang bersinar di Academy Awards 2021 dan film Iran, The Sun termasuk di antara daftar ini.

Film The Sun menduduki posisi delapan dari 10 film yang dijagokan pada ajang Piala Oscar tahun ini. Film ini dipilih untuk mewakili Iran dalam kategori film berbahasa asing terbaik di Academy Awards 2021. 

Majid Majidi adalah sutradara Iran pertama yang pernah masuk nominasi penerima Piala Oscar untuk film Children of Heaven.(PH)