Perundingan Wina, Kemajuan dan Tantangan
-
Bendera Uni Eropa dan negara-negara yang terlibat dalam pertemuan Komisi Bersama JCPOA di Wina.
Republik Islam Iran mengambil langkah-langkah untuk menutupi kerugiannya setelah Amerika Serikat secara sepihak meninggalkan kesepakatan nuklir JCPOA dan juga ketidakmampuan pihak Eropa dalam memenuhi kewajibannya.
Keputusan tersebut adalah bagian dari pelaksanaan undang-undang parlemen Iran yang disebut “Tindakan strategis untuk mencabut sanksi dan melindungi kepentingan bangsa Iran.”
Tujuan Tehran adalah mempertahankan JCPOA sebagai sebuah dokumen untuk membangun kepercayaan. Karenanya, delegasi Iran mengikuti pertemuan Komisi Bersama JCPOA dengan kelompok 4+1 yang sedang berlangsung di Wina, Austria.
Agenda perundingan Wina sudah jelas. Sanksi AS sepenuhnya harus dicabut dan diverifikasi. Setelah fase ini, Iran siap menghentikan langkah-langkah yang diambil untuk menutupi kerugiannya dan kembali memenuji kewajiban JCPOA.
Deputi Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Politik, Sayid Abbas Araghchi mengatakan kepada Press TV pada Selasa (27/4/2021) malam, semua sanksi yang dijatuhkan setelah kesepakatan nuklir berlaku, harus dicabut, baik sanksi yang diterapkan di era Obama maupun di era Trump.
“Dua tim kerja yang terkait masalah nuklir dan pencabutan sanksi telah mencapai kemajuan dan ini akan memungkinkan mereka untuk menyusun teks kesepakatan,” tambahnya.
Araghchi menjelaskan bahwa tim kerja ketiga JCPOA juga penting dan mereka akan memulai pekerjaannya pada Rabu ini di Wina. Tugas mereka mengkaji cara memverifikasi penghapusan sanksi dan jangka waktunya, serta menetapkan batas waktu bagi semua pihak untuk memenuhi kewajibannya.
Dari pernyataan ini dapat disimpulkan bahwa perundingan telah mendekati hasil yang dapat diterima, tetapi perundingan tetap tidak boleh berlarut-larut. Pengalaman menunjukkan bahwa negosiasi yang berlarut-larut tidak membantu menyelesaikan masalah.
Dalam hal ini, Duta Besar Iran untuk Organisasi Internasional yang berbasis di Wina, Kazem Gharibabadi mengatakan, tim negosiasi Iran mengadopsi prinsip yang ditetapkan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam, yang menjadi kebijakan negara dalam hal ini.
Posisi Iran mengenai JCPOA sudah jelas dan sejalan dengan hak-haknya dalam kesepakatan ini. Jadi, salah-satunya cara menghidupkan JCPOA adalah menghapus semua sanksi. Penghapusan sekitar 1.600 sanksi terhadap Iran merupakan langkah mendasar yang harus diambil oleh AS.
Wakil Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Enrique Mora dalam penilaiannya tentang perundingan Wina, mengatakan saat ini hal-hal yang terkait dengan rincian masalah perlu lebih banyak dibahas. Menurutnya, kunci keberhasilan terletak pada titik ini yaitu semua pihak ingin AS kembali ke JCPOA dan mematuhi kesepakatan nuklir.
Namun dengan melihat tren di masa lalu, maka masih sulit untuk menilai tingkat kesuksesan perundingan secara tepat. Perundingan ini akan sukses jika mitra-mitra Iran dalam negosiasi punya kemauan yang kuat. Pada dasarnya, penentu kesuksesan pembicaraan Wina adalah sebuah aksi nyata untuk membangun kembali kepercayaan yang hilang dan memenuhi semua kewajiban JCPOA. (RM)