Malaysia Minta Media Asing Berhenti Publikasi "Berita Palsu"
https://parstoday.ir/id/news/malaysia-i53235-malaysia_minta_media_asing_berhenti_publikasi_berita_palsu
Kementerian Komunikasi dan Multimedia (KKMM) Malaysia memperingatkan media asing untuk tidak mempublikasikan berita palsu, terutama terkait dengan dana program pengembangan Malaysia 1Malaysia Development Berhad (1MDB), yang menimbulkan fitnah.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 12, 2018 15:13 Asia/Jakarta
  • 1MDB
    1MDB

Kementerian Komunikasi dan Multimedia (KKMM) Malaysia memperingatkan media asing untuk tidak mempublikasikan berita palsu, terutama terkait dengan dana program pengembangan Malaysia 1Malaysia Development Berhad (1MDB), yang menimbulkan fitnah.

Seperti dilansir IRNA mengutip Bernama, Wakil Menteri KKMM, Datuk Seri Jailani Johari mengatakan, KKMM melalui Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia Malaysia (SKMM) sedang memantau masalah tersebut.

 

Ia menjelaskan, menyusul upaya pemerintah untuk menangani fitnah dan berita palsu dalam negara, kami memperoleh beberapa isu yang disebarkan oleh sumber-sumber dari luar negara.

 

Menurutnya, KKMM telah mengidentifikasi beberapa portal berita yang menyebarkan kembali isu tentang 1MDB menyusul penahanan kapal pesiar oleh negara tetanga Malaysia. Beberapa portal berita itu berusaha mencemarkan kredibiltas PM Datuk Sri Haji Mohammad Najib bin Tun Haji Abdul Razak.

 

Wakil Menteri KKMM menambahkan, portal yang dikenal pasti itu adalah Wall Street Journal, New York Times, The Economist, Australian Broadcasting Corporation (ABC) dan terbaru, MSNBC. Media ini menyiarkan berita palsu mengenai 1MDB sejak minggu lalu.

 

Jailani lebih lanjut menuturkan, KKMM melalui SKMM memantau kasus ini dan menekankan kepada portal-portal tersebut untuk berhenti menyiarkan berita-berita palsu, terutamanya  tentang 1MDB yang telah dibuktikan bahwa dugaan penyalahgunaan dan hilangnya uang itu tidak benar.

 

"Kami percaya ini adalah bagian dari usaha yang diupayakan secara politis untuk membuat fitnah dan mencemarkan nama baik PM menjelang pilihan raya ke-14, yang tidak lama lagi," pungkasnya. (RA)