Tokoh Malaysia: Iran, Teladan Negara Perangi Terorisme
-
Profesor Dr. Azmi Hassan.
Dosen Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Profesor Azmi Hassan menyebut Iran sebagai contoh dalam memerangi terorisme dan kelompok teroris secara efektif di Timur Tengah.
Dalam wawancara dengan IRNA, Senin (26/3/2018), Profesor Azmi menambahkan, Iran telah memberikan bantuan efektif kepada Irak untuk mengusir kelompok teroris Daesh.
Namun, lanjutnya, Iran dengan sendirinya tidak mampu menumpas Daesh di seluruh dunia dan negara-negara Muslim lainnya juga harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam hal ini.
Menurutnya, negara lain dapat menggunakan pengalaman Iran untuk memerangi teroris. Tetapi beberapa negara tidak ingin menonjolkan tindakan Iran ini.
Profesor Azmi menyebut beberapa negara adidaya seperti, Amerika Serikat adalah pihak yang terlibat dalam serangan teroris terhadap negara Muslim atau orang Muslim.
Dia menjelaskan negara-negara Barat selalu mengaitkan terorisme dengan Islam dan Muslim. "Poin ini bahwa teroris adalah Muslim selalu diperbesar dan media-media Barat menghubungkannya dengan Islam," ujarnya.
"Pendekatan ini sebenarnya merupakan ketidakadilan terhadap Islam dan Muslim. Inilah yang terjadi di Suriah, Irak, Palestina, Chechnya dan Xinjiang, Cina," tegas tokoh Malaysia ini.
Dia menuturkan bahwa terorisme yang disponsori oleh pemerintah, terutama AS di dunia, telah menyebabkan kekerasan dan pembantaian yang luas.
"Serangan AS ke sebuah negara Muslim Irak adalah tindakan terorisme, tapi seperti biasanya, ini tidak diberitakan di media manapun terutama media Barat," kritiknya.
Profesor Azmi lebih lanjut mengatakan, negara-negara Islam harus menunjukkan bahwa mereka tidak ingin bergantung pada kekuatan besar seperti, Amerika dan Rusia, dan jika ini terwujud, kaum Muslim dapat melawan ancaman teroris paling besar sekalipun dengan bantuan satu sama lain.
Sayangnya, kata Profesor Azmi, negara-negara Muslim sekarang memperlihatkan ketergantungan besar pada kekuatan adidaya, sehingga ketergantungan ini dimanfaatkan oleh mereka untuk memperoleh konsesi. (RM/PH)