Pendidikan dan Kerukunan Beragama Benteng Hadapi Ekstremisme
-
Malaysia dan terorisme
Profesor dari universitas Singapura yang menghadiri seminar ilmiah tentang "Pengaruh Ekstremisme di Asia" menyatakan bahwa peningkatan tingkat pendidikan masyarakat Muslim harus dibarengi dengan perbaikan kerukunan beragama guna melawan arus ekstremisme.
Menurut laporan IRNA pada hari Selasa (10/4/2018), seminar ilmiah sehari tentang "Pengaruh Ekstremisme di Asia", yang juga dihadiri oleh Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Islam Iran untuk Kuala Lumpur, digelar di Selangor dengan kerjasama Institut Studi Penelitian Asia (ASIAWE), Pusat Studi Dunia di Universitas Nasional Malaysia (ikhmas) di Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM).
Profesor Fakultas Sosiologi di Universitas Nasional Singapura, Farid al-Attas, berbicara soal potensi ekstremisme di dunia Islam.
Profesor Singapura itu mengatakan bahwa sejumlah kebijakan sejumlah negara bagian melarang ide dan pemikiran yang beragam, menjadi landasan munculnya ekstremisme.(MZ)