Aktivis Malaysia: AS Ingin Jual Lebih Banyak Senjata di Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/malaysia-i54914-aktivis_malaysia_as_ingin_jual_lebih_banyak_senjata_di_kawasan
Seorang aktivis perdamaian Malaysia dalam sebuah pernyataan mereaksi ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menyerang Suriah.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 12, 2018 10:37 Asia/Jakarta
  • Siti Ruqayyah Hasyim
    Siti Ruqayyah Hasyim

Seorang aktivis perdamaian Malaysia dalam sebuah pernyataan mereaksi ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menyerang Suriah.

Siti Ruqayyah Hasyim dalam wawancara dengan IRNA pada hari Kamis (12/4/2018) mengatakan, kita tidak sedang menghadapi seorang presiden dari Demokrat atau Republik di AS, namun kita sedang menghadapi industri penjualan senjata di negara ini, di mana mereka mengejar ketegangan di berbagai belahan dunia dengan bermacam-macam dalih untuk mencapai kepentingan ekonominya.

 

Analis dan aktivis sipil Malaysia itu menambahkan, Israel sebagai sekutu terbesar AS hingga sekarang telah beberapa kali menyerang Suriah.

 

"Ancaman AS untuk memulai sebuah perang lain terhadap Suriah tampaknya disebabkan kemenangan Suriah di Ghouta Timur," imbuhnya.

 

Siti Ruqayyah lebih lanjut menyinggung krisis yang diciptakan di Suriah dalam beberapa tahun terakhir. Ia melontarkan pertanyaan siapakah yang telah menyulut perang di Suriah dan mendukungnya serta berusaha untuk melanjutkannya?

 

"Senjata, peralatan perang dan dukungan finansial AS, NATO dan Israel yang telah menciptakan krisis ini," jelasnya.

 

Ia menuturkan, bagaimana AS memberikan hak kepada dirinya untuk menyerang negara lain, padahal menurut hukum internasional, tindakan tersebut adalah ilegal.

 

Aktivis Malaysia itu mengatakan, ancaman AS ini memunculkan banyak pertanyaan, termasuk, apakah klaim penggunaan senjata oleh pemerintah Suriah telah terbukti?

 

Saat ini, lanjut Siti Ruqayyah, banyak kelompok di Suriah yang memiliki banyak jenis senjata dan bisa saja salah satu dari kelompok ini melancarkan serangan kimia kemudian menuding pemerintah Damaskus yang telah melakukannya.

 

"AS dengan klaim yang belum terbukti, mengancam untuk menyerang Suriah. Tampaknya salah satu tujuan dari langkah ini adalah AS berniat untuk melancarkan perang proxy dengan Rusia di kawasan Timur Tengah," tuturnya.

 

Menurutnya, perang tersebut tidak hanya akan mengancam Suriah, namun juga mengancam stabilitas regional.

 

Ia menegaskan, catatan kinerja AS dan Israel menunjukkan bahwa keduanya selalu merusak proses perdamaian di kawasan.

Kapal perang AS di kawasan

 

Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mengancam akan menyerang Suriah dengan rudal-rudal pintar dan baru.

 

AS dan sejumlah negara sekutunya termasuk Inggris dan Perancis menuding Suriah melancarkan serangan kimia ke kota Douma. Tuduhan tersebut dilontarkan tanpa bukti dan didasarkan pada keterangan kelompok teroris Jaish al-Islam.

 

Media-media Barat dan Arab pendukung kelompok-kelompok teroris takfiri memulai perang urat saraf secara besar-besaran terhadap Suriah pasca tudingan tersebut. (RA/PH)