Akademisi Malaysia Kecam Keluarnya AS dari JCPOA
-
Ahmad Farouk Musa
Direktur Islamic Renaissance Front Malaysia, IRF mengatakan, keluarnya Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir Iran, JCPOA mengindikasikan pelanggaran komitmen negara itu terhadap ketentuan internasional dan perdamaian dunia.
IRNA (20/5/2018) melaporkan, Direktur IRF, Dr. Ahmad Farouk Musa menilai keluarnya Amerika dari kesepakatan nuklir Iran dan pemindahan kedutaan besar Amerika dari Tel Aviv ke Al Quds, sebagai keputusan provokatif yang diambil Presiden Amerika Donald Trump terhadap negara-negara Muslim.
Menyinggung laporan-laporan Badan Energi Atom Internasional, IAEA yang berulangkali menegaskan komitmen Iran pada JCPOA, Ahmad Farouk Musa mengatakan, Amerika, dengan menutup mata atas kenyataan ini, menunjukkan bahwa dirinya tidak bisa menerima teknologi damai nuklir Iran.
Ia menegaskan, sejarah dan pengalaman membuktikan, Amerika di Timur Tengah, sejak dulu selalu bertindak sesuai dengan kepentingan rezim Zionis Israel.
Keputusan Amerika keluar dari JCPOA terus memicu protes luas dari negara-negara dunia termasuk Eropa, Cina dan Rusia serta lembaga-lembaga internasional. (HS)