Pemerintah Malaysia Didesak Tarik Pasukannya dari Perang Yaman
-
pasukan Arab Saudi
Kelompok Pengacara untuk Kebebasan, sebuah LSM di Malaysia, merilis pernyataan terkait intervensi pasukan militer Malaysia dalam perang di Yaman yang telah dimulai sejak tahun 2015.
Sebagaimana dilaporkan IRNA pada Rabu (20/6/2018), kelompok tersebut menyatakan khawatir atas keterlibatan militer Malaysia dalam perang di Yaman dan meminta pemerintah baru Malaysia untuk menarik pasukannya dari Yaman.
Setelah berita serangan luas koalisi pimpinan Arab Saudi ke pelabuhan al-Hudaydah, kelompok tersebut menuntut Menteri Pertahanan Malaysia, Muhammad Sabu, untuk memberikan penjelasan soal sebab kehadiran pasukan Malaysia di Arab Saudi dan partisipasinya dalam perang Yaman.
Bersandar pada laporan tim ahli PBB ke Dewan Keamanan soal Yaman, LSM Malaysia ini menyatakan, koalisi Arab pimpinan Saudi kemungkinan besar telah melakukan kejahatan perang di Yaman dan pasukan Malaysia sedang bekerjasama dengan koalisi tersebut bersama dengan pasukan Perancis, Amerika Serikat, Inggris dan Uni Emirat Arab.
Pernyataan LSM Malaysia ini telah dimuat di berbagai media Malaysia termasuk Insight dan disebutkan bahwa militer Malaysia pada era pemerintahan Najib Razak dilibatkan dalam perang di Yaman.(MZ)