Mahathir: Malaysia Siap Berdiplomasi dengan India soal Kelapa Sawit
https://parstoday.ir/id/news/malaysia-i74779-mahathir_malaysia_siap_berdiplomasi_dengan_india_soal_kelapa_sawit
Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengatakan pemerintah harus bekerja secara diplomatik jika India memutuskan untuk membatasi impor minyak sawit Malaysia.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Okt 16, 2019 16:07 Asia/Jakarta
  • Mahathir saat berpidato di Majelis Umum PBB (dok)
    Mahathir saat berpidato di Majelis Umum PBB (dok)

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengatakan pemerintah harus bekerja secara diplomatik jika India memutuskan untuk membatasi impor minyak sawit Malaysia.

Dia mengatakan masalah berspekulasi hanyalah reaksi dari pedagang dan sejauh ini, kami belum menerima pernyataan resmi dari pemerintah India mengenai masalah ini.

“Kami belum menerima apa pun secara resmi. Ini adalah reaksi dari komunitas bisnis. Karenanya, kita tidak dapat bereaksi terhadap keputusan pribadi mereka.

"Jika pemerintah (India) meluncurkan boikot atau semacamnya, maka kita harus bekerja secara diplomatis atau mengurangi tindakan yang telah mereka lakukan," katanya kepada media setelah membuka Dana Pengembangan Masyarakat Yayasan Sejahtera pada Hari Internasional untuk Forum Pemberantasan Kemiskinan 2019 Rabu (16/10/2019).

Reuters sebelumnya melaporkan, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, bahwa India sedang mempertimbangkan langkah-langkah perdagangan hukuman terhadap Malaysia atas pernyataan Mahathir baru-baru ini di Majelis Umum PBB tentang konflik Kashmir.

Ekspor minyak sawit Malaysia ke India tahun lalu senilai US $ 1,65 miliar (US $ 1 = RM4,19), merupakan 18,3 persen dari total ekspor Malaysia ke negara itu.

 

Pada catatan terpisah, perdana menteri membantah tuduhan yang dibuat oleh Anggota Parlemen Rembau Khairy Jamaluddin bahwa pengurangan investasi asing di Malaysia disebabkan oleh ketidakpastian apakah Dr Mahathir akan menyerahkan jabatan perdana menteri kepada presiden PKR, Datuk Seri Anwar Ibrahim.

"Saya tidak tahu (tentang pengurangan) dalam investasi tetapi saya melihatnya mencapai miliaran. Tidak ada pengurangan. Tetapi kami ingin memiliki lebih banyak investasi karena penting untuk menciptakan lapangan kerja.

“Kita harus melalui periode ini, kita memiliki masalah yang sama sebelumnya. Sebelumnya, ada juga upaya untuk menghancurkan ekonomi negara tetapi kita harus menghadapi masalah, ”katanya. – Bernama (malaymail.com)