Mar 03, 2024 12:50 Asia/Jakarta

Kunjungan Benny Gantz, salah satu anggota kabinet perang rezim Zionis dan penentang keras Netanyahu ke Amerika Serikat menyulut peningkatan perpecahan di tubuh kabinet perang Israel.

Benny Gantz hari ini berangkat ke Washington untuk menghadiri serangkaian pertemuan tanpa koordinasi dengan Benjamin Netanyahu yang membuatnya marah.

Rombongan Netanyahu berkomentar dengan marah dan menjelaskan bahwa Gantz bepergian ke Amerika tanpa persetujuan Perdana Menteri. Menurut orang-orang dekat Netanyahu, "Perdana menteri menjelaskan kepada Gantz bahwa pemerintah Israel hanya memiliki satu perdana menteri."

Friksi di tubuh kabinet perang rezim Zionis sudah lama diketahui publik. Salah satu penyebabnya  adalah perang Gaza yang panjang dan erosif, serta merugikan rezim Zionis.

Baru-baru ini, Menteri Perang rezim Zionis, Yoav Galant, yang berkali-kali mengungkapkan perbedaan pendapatnya dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, "Kami belum pernah melihat perang seperti itu dan kami belum pernah berada dalam situasi seperti ini selama 75 tahun,". 

"Biaya yang kita keluarkan dalam hal jumlah korban tewas dan luka sangatlah tinggi," ujar Galant.

Alasan lain peningkatan friksi di tubuh kabinet perang Netanyahu adalah kurangnya konsensus untuk melakukan negosiasi dengan Hamas dan pembebasan tahanan Zionis.

Di satu pihak, muncul orang-orang seperti Itamar Ben Gvir dan Bezalel Smotrich selaku Menteri Keamanan Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Rezim Zionis yang menekankan kelanjutan perang sampai pembebasan para tahanan. Tapi di pihak lain ada orang-orang seperti Benny Gantz, yang mengkritik ekstremisme anggota kabinet Netanyahu, dan menuntut agar memberikan prioritas pada pembebasan tahanan melalui perundingan dengan Hamas.

 

n

 

Amir Oren menulis di surat kabar Zionis Ha'arats tentang hal ini. Menurutnya, jika pertukaran tahanan dilakukan, maka Netanyahu harus menunjuk Menteri Keamanan Dalam Negeri Itamar Ben Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, atau anggota Kabinet Perang Gadi Eisenkot dan Benny Gantz.

Apabila Gantz dan Eisenkot tidak terpilih, mereka akan membubarkan kabinet perang Netanyahu, dan jika Ben Gvir dan Smotrich dicopot, mereka akan mengikuti pembubaran kabinet koalisi Bibi.​

Kunjungan Gantz ke Washington tanpa sepengetahuan Netanyahu sekali lagi telah meningkatkan friksi di tubuh kabinet perang Israel. Di satu sisi, Netanyahu tidak mempercayai Gantz, dan di sisi lain, kesenjangan antara Netanyahu dan kabinet Joe Biden di Amerika semakin besar.

Kesabaran pemerintahan Biden terhadap perilaku Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis dalam perang dan ketaatannya terhadap tuntutan rekan-rekannya di pemerintahan, yaitu Itamar Ben Gvir dan Bezalel Smotrich, adalah hal yang sangat penting.

Televisi Israel melaporkan bahwa ketegangan dalam kabinet perang telah mencapai puncaknya dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Gantz, anggota kabinet perang, jarang berbicara satu sama lain. Media Zionis ini menambahkan bahwa Netanyahu mencurigai hubungan Gantz dengan pejabat Amerika.

Melihat situasi ini, tampaknya salah satu konsekuensi penting perang Gaza bagi rezim Zionis adalah semakin intensifnya perbedaan dan konflik baik di dalam kabinet, maupun antar partai dan kelompok yang bertikai di Israel.​(PH)

Tags