Dinamika Asia Tenggara, 11 Januari 2020
https://parstoday.ir/id/news/other-i77455-dinamika_asia_tenggara_11_januari_2020
Dinamika Asia Tenggara sepekan terakhir menyoroti sejumlah isu di antaranya reaksi pejabat tinggi Indonesia dan organisasi Islam Indonesia, NU dan Muhamadiyah menyikapi serangan teroris AS terhadap Syahid Solaemani bersama sejumlah orang lainnya yang terjadi di sekitar bandara internasional Baghdad pada hari Jumat.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jan 11, 2020 14:51 Asia/Jakarta
  • PM Malaysia, Mahathir Mohamad
    PM Malaysia, Mahathir Mohamad

Dinamika Asia Tenggara sepekan terakhir menyoroti sejumlah isu di antaranya reaksi pejabat tinggi Indonesia dan organisasi Islam Indonesia, NU dan Muhamadiyah menyikapi serangan teroris AS terhadap Syahid Solaemani bersama sejumlah orang lainnya yang terjadi di sekitar bandara internasional Baghdad pada hari Jumat.

Dari Malaysia, PM Mahathir Mohammad menyebut serangan tersebut sebagai aksi tidake bermoral. Pemerintah Malaysia menyatakan bahwa konflik antara AS dan Iran tidak mempengaruhi promosi pariwisata negara ini di kawasan Asia Barat.

 

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo

Wakil MPR RI Serukan Jokowi Tanggapi Arogansi Trump

Wakil Ketua MPR, Fadel Muhammad menyerukan supaya Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menggunakan kekuatan diplomasi untuk menghentikan sepak terjang arogan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terhadap Iran yang menyulut situasi kawasan Timur Tengah memanas.

Wakil Ketua MPR RI juga menyarankan supaya Jokowi segera mengirim utusan ke Amerika Serikat untuk membicarakan masalah ketegangan antara AS dan Iran, karena  Indonesia dipandang memiliki kedekatan sebagai sahabat  kedua negara tersebut.

Fadel juga menyesalkan sikap arogan yang ditampilkan AS dalam aksinya membunuh pejabat militer Iran yang dihormati di negaranya. Menurutnya langkah tegas dari pemerintah Indonesia juga dibutuhkan untuk menghentikan tindakan Trump yang selama ini cenderung serampangan terhadap Iran, padahal Iran tidak pernah berkonfrontasi secara langsung selama ini. Ia juga berharap ketegangan antara AS dengan Iran dapat segera diselesaikan secara damai.

 

Syahid Qasem Solaemani

Muhammadiyah: AS Negara Teroris !

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyebut tindakan arogan yang dilakukan Amerika Serikat membunuh Letjen Qasem Soleimani berujung pada potensi perang yang sangat buruk.

Bendahara Umum PP Muhamadiyah, Anawar Abbas menilai tindakan Amerika yang memicu peperangan tersebut masuk dalam kategori negara teroris.

"Bukan hanya arogan, tapi Amerika Serikat telah menjadi negara teroris. Dampak dari tindakan teroristik Amerika ini jelas akan sangat buruk sekali," ujar Anwar Rabu (8/1/2020).

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini memandang dampak buruk akan menimpa sejumlah negara jika terjadi perang antara AS dengan Iran.

Terutama sektor ekonomi yakni diikuti bakal melonjaknya minyak dunia, mengingat Iran merupakan salah satu negara penyuplai minyak dunia. "Minyak dunia akan melonjak tajam dan itu jelas akan berpengaruh terhadap biaya produksi dan naiknya harga-harga dan inflasi," kata Anwar.

Agar segala potensi-potensi tersebut tidak terjadi, Anwar menyatakan bahwa Muhammadiyah selaku ormas islam di Indonesia mengimbau agar PBB beserta perangkatnya untuk segera melakukan sidang agar tidak terjadi perang.

"Muhammadiyah mengimbau PBB dan Dewan Keamanan untuk bersidang secepatnya mencegah untuk tidak terjadi perang dan mencari solusi agar tidak terjadi," pungkasnya.

 

Nahdlatul Ulama

PBNU Kecam Pembunuhan Jenderal Soleimani

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini menanggapi terbunuhnya Komandan Quds Force Iran, Jenderal Qassem Soleimani oleh serangan roket yang ditembakkan secara sengaja oleh militer AS.

Bagi PBNU, tindakan AS dengan melakukan pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani adalah tindakan yang bertentangan dengan kemanusiaan, dan melanggar prinsip-prinsip perdamaian dunia.

"(Kami) mengecam keras tindakan Pemerintah AS bersama militernya yang dengan sengaja menembakkan roket yang menyebabkan gugurnya Jenderal Qassem Soleimani," kata dia dalam keterangannya kepada Republika.co.id, Selasa (7/1).

Helmy meminta kapada komunitas internasional dan PBB untuk menyeru kepada AS agar bertindak secara rasional demi kepentingan perdamaian dunia. Termasuk segera tarik pasukan-pasukan AS di Timur Tengah dan berhenti membunuhi rakyat di wilayah tersebut," tuturnya.

Selain itu, Helmy juga mendorong pemerintah Indonesia untuk melakukan upaya-upaya bantuan penyelesaian konflik melalui PBB. Prinsip yang harus dipegang Indonesia harus objektif melihat persoalan ini.

"Dan juga kepada segenap masyarakat untuk bersikap tenang dan tidak terprovokasi sehingga terpancing melakukan tindakan yang semakin memperkeruh suasana," tutur dia.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta agar pemerintah Indonesia tetap mengambil sikap non-blok terkait konflik Amerika Serikat dan Iran yang kembali mencuat pasca serangan tersebut.

Menurut dia, Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) sebenarnya telah mengupayakan agar Amerika Serikat dan Iran bisa damai. Namun, menurut dia, pada kenyataannya negara-negara di Timur Tengah tetap bergejolak sampai saat ini.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi bertemu dengan Duta Besar Amerika Serikat dan Iran. Retno mengatakan pertemuan digelar untuk menyampaikan sikap Indonesia terkait hubungan Iran dan AS usai pembunuhan Mayor Jenderal Qasem Soleimani.

Retno meminta AS dan Iran menahan diri. Dia menyebut eskalasi dalam hubungan antara Iran dan AS tidak akan bermanfaat bagi siapapun malahan bakal memberi dampak pada ekonomi dunia. Menurutnya, ini pesan yang disampaikan Indonesia dalam politik luar negeri Indonesia.

 

PM Malaysia, Mahathir Mohamad

PM Malaysia: Teror Syahid Solaemani, Aksi Tidak Bermoral !

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menilai serangan teroris yang dilakukan AS terhadap Letjen Qasem Solaemani bersama beberapa orang lainnya di sekitar bandara internasional Baghdad sebagai tindakan yang tidak bermoral.

Televisi Aljazeera hari ini Selasa (7/1/2020) melaporkan, Mahathir menyebut aksi teror terhadap Qasem Solaemani sebagai tindakan tidak bermoral.

PM Malaysia juga menyerukan supaya negara-negara Muslim bersatu untuk menghadapi serangan musuh.

Letjen Qasem Solaemani, Komandan brigade Quds, Korp Garda Revolusi Islam Iran dan Abu Mahdi Al-Muhandis bersama delapan orang lainnya gugur dalam serangan udara AS di bandara internasional Baghdad.

 

Serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS di Irak

Konflik AS vs Iran Tidak Pengaruhi Promosi Pariwisata Malaysia di Asia Barat

Konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) tidak mempengaruhi upaya Malaysia untuk mempromosikan pariwisata di negara-negara Asia Barat.

Sekretaris Jenderal Departemen Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia, Datuk Dr Noor Zari Hamat mengatakan, bagaimanapun, kementerian juga memonitor situasi di kawasan ini, tapi tidak menghentikan promosi wisatanya.

“Di antara upaya kami adalah mendatangkan turis dari Timur Tengah, dan kami tidak akan berhenti mempromosikannya di negara-negara itu," ujar Norr Zari Hamat dilansir Bernama hari Kamis (9/1/2020)

"Dampaknya (konflik Iran-AS) saya pikir masih belum terasa saat ini," tegasnya.

Korps Garda Revolusi Islam Iran Rabu (8/01/2020) dini hari, melancarkan serangan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat, Ain al-Asad di provinsi al-Anbar dan Arbil di Irak.

Letjen Soleimani dan Wakil Komandan Hashd al-Shaabi Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, gugur dalam serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan teroris AS di sekitar bandara internasional Baghdad pada Jumat lalu.(PH)