Iran Aktualita 16 Mei 2020
-
Ilustrasi kapal pendukung logistik, Konarak milik Angkatan Laut Militer Iran.
Perkembangan Iran dalam sepekan terakhir diwarnai oleh beberapa isu penting di antaranya, kapal perang Iran mengalami kecelakaan saat latihan maritim dan warga Iran memperingati Malam Lailatul Qadar di masjid-masjid.
Isu lain dari Iran adalah Tehran akan memberikan respon tegas jika Trump mengambil tindakan militer, dan Google menghapus aplikasi pelacak lokasi Covid-19 milik Iran.
Kapal Perang Iran Alami Insiden Saat Latihan Maritim
Humas Armada I Angkatan Laut Militer Iran yang bermarkas di Bandar Abbas, mengumumkan salah satu kapal ringan di wilayah tersebut mengalami kecelakaan di dekat perairan Pelabuhan Jask (Bandar-e Jask), Iran Selatan.
"Pada Ahad (10/5/2020) sore, kapal pendukung logistik Konarak mengalami kecelakaan ketika melakukan latihan maritim bersama sejumlah kapal perang Angkatan Laut Militer Iran. Insiden ini menyebabkan 19 pelaut gugur dan 15 lainnya terluka," kata Humas Armada I AL Militer Iran, seperti dikutip laman Tasnimnews.
Kapal fregat Kenarak telah ditarik ke pelabuhan untuk menjalani pemeriksaan teknis dan penyebab insiden ini sedang diusut oleh tim teknis.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya sejumlah prajurit militer dalam kecelakaan saat latihan serta mendoakan agar keluarga mereka diberikan ketabahan dan kekuatan.
Ayatullah Sayid Ali Khamenei pada Selasa (12/5/2020) dalam pesannya kepada Panglima Militer Iran Mayor Jenderal Sayid Abdul Rahim Mousavi, mengatakan insiden yang menimpa kapal Konarak sungguh sangat pahit dan disayangkan.
Rahbar memerintahkan militer Iran untuk menyelidiki penyebab terjadinya insiden tersebut dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Warga Iran Peringati Malam Lailatul Qadar di Masjid-masjid
Masyarakat Iran di seluruh penjuru negeri mendatangi tempat-tempat ibadah dengan tetap menjaga protokol kesehatan dan pembatasan sosial untuk berburu malam Lailatul Qadar.
Mereka berkumpul di masjid-masjid dan husainiyah untuk menghidupkan malam ke-19 Ramadhan yang jatuh pada Selasa (12/5/2020) malam, dengan membaca al-Quran dan doa Jausyan Kabir serta bermunajat kepada Allah Swt.
Malam ke-19, 21, dan 23 Ramadhan diperingati sebagai Malam Lailatul Qadar di kalangan Syiah dan kaum Muslim mengisi momentum istimewa ini dengan berbagai kegiatan ibadah dan munajat.
Pada waktu subuh hari ke-19 Ramadhan, Ibnu Muljam, salah satu tokoh Khawarij, menebas kepala Imam Ali as yang sedang mengimami shalat subuh di Masjid Kufah dengan pedang beracunnya.
Imam Ali as terluka parah dan dirawat di rumahnya selama dua hari. Khalifah kaum Muslimin ini gugur syahid pada hari ke-21 bulan Ramadhan.
Warga Tehran dan kota-kota lainnya di Republik Islam Iran mendatangi masjid-masjid dan Husainiyah untuk menghidupkan malam ke-21 Ramadhan yang jatuh pada Kamis malam, 14 Mei 2020.
Namun, para jemaah yang hadir harus mematuhi protokol kesehatan dan pembatasan sosial untuk mencegah kemungkinan penularan virus Corona, COVID-19. Mereka juga menjalani pemeriksaan sebelum memasuki tempat acara.

Iran akan Respon Tegas Jika Trump Putuskan Aksi Militer
Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali mengatakan pemenuhan kebutuhan pertahanan merupakan hak sah Republik Islam dan kami menerima tawaran dari beberapa negara terkait pemenuhan peralatan militer setelah embargo senjata dicabut.
Jalali dalam wawancara dengan kantor berita RIA Novosti Rusia, Rabu (13/5/2020), mengingatkan bahwa embargo senjata Dewan Keamanan PBB terhadap Iran akan berakhir pada Oktober 2020.
"AS ingin menggunakan mekanisme snapback dalam perjanjian nuklir JCPOA untuk memperpanjang embargo senjata Iran, namun para pejabat Washington lupa bahwa mereka telah keluar dari JCPOA dan mereka tidak bisa lagi memanfaatkan mekanisme ini," tegasnya.
Amerika, lanjutnya, baru menyadari kesalahannya setelah dua tahun meninggalkan JCPOA dan mereka hanya mengejar kepentingan unilateralnya.
Menurut Jalali, semua persoalan saat ini muncul karena pelanggaran JCPOA dan resolusi 2231 Dewan Keamanan oleh Washington.
Dia menandaskan Iran akan memberikan respon tegas jika agenda perpanjangan embargo senjata dibawa ke Dewan Keamanan. "Kami punya banyak opsi untuk menanggapi manuver ini," ujarnya.
Di bagian lain, Jalali menuturkan Iran akan memberikan respon tegas terhadap setiap petualangan militer yang mungkin dilakukan oleh Presiden Donald Trump, setelah ia memveto resolusi Kongres AS yang mencabut wewenangnya untuk mengambil aksi militer sepihak terhadap Iran.
"Republik Islam selalu mengejar solusi damai dan sah. Sejarah mencatat Iran tidak pernah memulai perang dalam satu dekade terakhir dan hanya membela dirinya," pungkasnya.
Aplikasi Pelacak Lokasi Covid-19 Iran Dihapus Google
Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran mengabarkan penghapusan aplikasi Mask, milik Iran dari Google Play karena sanksi anti-kemanusiaan Barat.
Kianoush Jahanpour, Jumat (15/5/2020) di akun Twitternya menulis, "Aplikasi Mask dihapus dari Google Play karena sanksi anti-kemanusiaan Barat Liar."
Aplikasi Mask adalah perangkat lunak yang dibuat Kemenkes Iran untuk melacak lokasi geografis kota dan daerah yang tercemar Virus Corona, kondisi penyebaran wabah Corona di setiap wilayah, dan memberikan arahan untuk menghindari zona-zona merah.
Sebelumnya Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar dalam pidatonya mengutip statemen salah seorang senator negara Barat mengatakan, saat kita mengatakan Barat memiliki sifat biadab yang berbeda dengan tampilan rapi, dan wangi parfumnya, sebagian orang membantahnya, tapi sekarang mereka sendiri terang-terangan mengatakan realitas ini.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Kesehatan Iran menyatakan, sampai saat ini tercatat 91.836 penderita virus Corona di negara ini berhasil sembuh dan telah meninggalkan rumah sakit.
Kianoush Jahanpour pada Jumat (15/05/2020), menuturkan selama 24 jam terakhir, ditemukan 1.102 kasus baru Corona dan saat ini sebanyak 116.635 warga terinfeksi Corona.
Dia menjelaskan bahwa Iran mencatat 48 kasus kematian baru selama 24 jam lalu dan angka kematian di Iran akibat Covid-19 telah mencapai 6.902 orang. Saat ini Iran telah melakukan 658.604 tes PCR (Polymerase Chain Reaction) virus Corona. (RM)