Perundingan Damai dan Agresi ke Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i11734-perundingan_damai_dan_agresi_ke_yaman
Solusi kesepakatan untuk krisis Yaman merupakan cara terbaik yang ditekankan oleh delegasi Yaman di meja perundingan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 13, 2016 13:06 Asia/Jakarta
  • kondisi Yaman
    kondisi Yaman

Solusi kesepakatan untuk krisis Yaman merupakan cara terbaik yang ditekankan oleh delegasi Yaman di meja perundingan.

Dewan Nasional Yaman yang terdiri dari gerakan Ansarullah dan Partai Kongres Rakyat Yaman, Ahad (12/6), merilis pernyataan bahwa solusi yang diterima rakyat Yaman adalah kesepakatan soal jabatan presiden, pembentukan pemerintahan nasional bersatu, pembentukan komite militer dan keamanan, pemberlakuan gencatan senjata permanen dan komprehensif, serta pencabutan blokade.

 

Dewan Nasional Yaman juga menyebutkan, dalam perundingan pihaknya selalu mengupayakan solusi politik, komprehensif dan kesepakatan yang dapat menjawab tuntutan rakyat Yaman, menjaga kehormatan, persatuan dan kedaulatan negara, serta pada saat yang sama mengakhiri serangan koalisi agresor dan blokade Yaman.

 

Dewan Nasional Yaman sejak dimulainya perundingan damai Kuwait, berpartisipasi secara berkesinambungan membicarakan manajemen politik, keamanan dan militer yang akan berujung pada solusi praktis. Sementara di pihak seberang terus berusaha menggagalkan dialog dan telah keluar dari perundingan damai selama 20 hari.

 

Di medan pertempuran, pasukan militer dan pasukan relawan rakyat Yaman berhasil menggagalkan serangan pasukan bayaran koalisi agresor Arab Saudi ke provinsi Taizz di Yaman Barat. Pada prosesnya, banyak anasir bayaran koalisi Arab Saudi yang tewas.

 

Berlanjutnya serangan itu terjadi di saat kelompok-kelompok Yaman di Kuwait menuntut diakhirinya agresi. Karena akibat serangan pasukan koalisi, bahkan pusat-pusat pendidikan dan pengobatan tidak luput menjadi target serangan pasukan koalisi. Selama lebih dari setahun, setidaknya 196 sekolah dan pusat pendidikan di provinsi Saada hancur.

 

Departemen pendidikan Saada Yaman menyatakan, serangan Arab Saudi dan sekutunya terhadap pusat-pusat pendidikan, telah menimbulkan kerugian hingga lebih dari 1,3 miliar rial. Bombardir ke pusat-pusat pendidikan telah berdampak negatif pada proses belajar, bahkan memaksa para pelajar belajar di lingkungan terbuka atau di gedung yang rusak.

 

Amnesti Internasional beberapa waktu lalu dalam sebuah laporan menyebutkan, Arab Saudi telah melanggar berbagai prinsip kemanusiaan dan ketentuan internasional dalam serangannya ke Yaman. Dalam laporan itu disebutkan bahwa Arab Saudi dalam serangannya ke Yaman, membombardir sekolah-sekolah serta membuat ribuan anak Yaman tidak dapat melanjutkan belajar.

 

Dalam agresi sejak Maret 2015, ribuan warga Yaman termasuk ratusan perempuan dan anak-anak Yaman tewas dan terluka, serta banyak infrastruktur negara itu yang rusak. (MZ)