Imam Jumat Najaf Kecam Rezim Al Khalifa
Imam Jumat kota Najaf Irak menilai pencabutan kewarganegaraan Sheikh Isa Qassim bertentangan dengan hak rakyat negara itu.
Manama Post Sabtu (25/6) melaporkan, Sadr Al-Din Qianchi, Imam Jumat kota Najaf mengecam keputusan pejabat Bahrain mencabut kewarganegaraan Sheikh Isa Qassim.
"Keputusan lalim ini menginjak-injak kemuliaan kemanusiaan di Bahrain," ujar Sadr Al-Din Qianchi.
"Aksi represif membuahkan hasil sebaliknya. Rezim Al Khalifa harus belajar dari nasib Saddam, diktator Irak dahulu," tegasnya.
Menurut Imam Jumat Najaf, pemerintah Bahrain saat ini berada dalam pengaruh Wahabisme.
"Bangsa Irak mendukung tuntutan legal rakyat Bahrain untuk menentukan nasibnya sendiri," tambah Imam Jumat Najaf.
Pada 20 Juni lalu, rezim Al Khalifa mencabut kewarganegaraan Sheikh Isa Qassim, ulama terkemuka Bahrain.
Keputusan tersebut memicu reaksi dari dalam dan luar negeri.
Sejak 2011 lalu hingga kini, rakyat Bahrain menyuarakan protes damai menuntut hak legalnya.
Mereka menyerukan kebebasan, keadilan, dan dihilangkannya diskriminasi dan tegaknya demokrasi. Tapi tuntutan damai tersebut dibalas dengan aksi represi rezim Al Khalifa.(PH)