Perundingan Damai Yaman Berpotensi Ditunda
Juru runding Yaman hari Senin (27/6) mengungkapkan kemungkinan penangguhan perundingan damai karena tidak membuahkan hasil.
Juru runding dari pihak Ansarullah dan sekutunya mengatakan, kubu lawan sedang menyiapkan statemen mengenai menangguhan perudingan dan akan dimulai kembali pertengahan Juli mendatang setelah hari raya Idul Fitri.
Berita ini mengemuka setelah Sekjen PBB, Ban Ki-moon mengunjungi Kuwait, yang menjadi tuan rumah perundingan damai Yaman.
Tujuan lawatan Ban Ki-mon untuk mendorong pihak yang bertikai kembali melanjutkan perundingan damai demi mencapai kesepakatan bersama.
Delegasi kubu loyalis Abd Rabbuh Mansur Hadi yang didukung Riyadh dalam perundingan Kuwait mengajukan syarat keluarnya Ansarullah dan sekutunya dari kota yang mereka kuasai, termasuk Sanaa, dan menyerahkan senjatanya.
Sementara itu, Ansarullah mendesak pembentukan pemerintahan rekonsiliasi nasional.
Perang Yaman meletus sejak Maret tahun lalu yang dimulai dengan agresi militer koalisi Arab pimpinan Saudi dengan dalih mengembalikan Abd Rabbuh Mansur Hadi ke tampuk presiden, meski tidak dikehendaki oleh mayoritas rakyat Yaman.
Hingga kini perang tersebut menewaskan 9.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, dan membuat negara Arab itu porak-poranda.(PH)