Rezim Al Saud Semakin Represif terhadap Oposisi, Ini Buktinya
Sebuah laporan hak asasi manusia mengungkapkan masifnya aksi represi rezim Al Saud terhadap oposisi di negaranya sendiri.
Arab Saudi adalah salah satu pelanggar utama hak asasi manusia di dunia. Rezim Al Saud menuduh pihak-pihak yang tidak sejalan dengan pandangannya dengan label teroris, dan memenjarakan, bahkan menjatuhkan eksekusi mati terhadap mereka tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan.
Situs Arabi 21 hari Jumat (11/11/2022) melaporkan bahwa Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi yang mendapat dukungan politik dan media dari pemerintah Amerika dengan leluasa memberangus pihak oposisi dengan keheningan masyarakat internasional.
Menurut laporan ini, dalam beberapa bulan terakhir, pengadilan rezim Saudi telah mengintensifkan hukuman terhadap puluhan tahanan politik dan mengeluarkan beberapa hukuman mati untuk tahanan politik, termasuk anak-anak dan remaja.
Keluarga para tahanan juga kehilangan hak-hak sipil yang paling sederhana dari penggunaan pusat kesehatan hingga jaminan sosial.
Pemerintah Saudi tidak memberikan akta kelahiran kepada anak-anak yang lahir setelah ayah mereka ditangkap.
Istri seorang pria yang dipenjara di pemerintah Arab Saudi harus menceraikan suaminya untuk mendapatkan kartu identitas bagi bayi atau anak-anaknya yang lain guna masuk sekolah.
Organisasi Hak Asasi Manusia Eropa-Saudi baru-baru ini mengumumkan bahwa otoritas Saudi telah menjatuhkan hukuman mati terhadap 15 tahanan politik, sehingga jumlah pengunjuk rasa yang menghadapi risiko eksekusi mati di negara ini telah meningkat menjadi 53 orang, dan delapan di antaranya adalah anak-anak.
Organisasi internasional dan hak asasi manusia, termasuk Human Rights Watch telah berulang kali mengkritik penindasan kebebasan berekspresi, eksekusi mati dan pemenjaraan aktivis hak asasi manusia dan jurnalis di Arab Saudi.(PH)