Kendali Hormuz Jadi Tuntutan Publik; Jubir Artesh: Kami Tak Akan Mundur
-
Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, Juru Bicara Artesh Republik Islam Iran
Pars Today - Juru Bicara Artesh Republik Islam Iran mengatakan bahwa kendali strategis Selat Hormuz telah menjadi tuntutan publik dan nasional, dan angkatan bersenjata Iran tidak akan mundur dalam membela hak dan kepentingan bangsa Iran di bidang ini.
Sebagaimana dilaporkan Pars Today mengutip IRIB, 16 Juli 2026, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, Juru Bicara Artesh Republik Islam Iran, dengan merujuk pada posisi strategis Selat Hormuz, menyatakan bahwa para pejabat Amerika harus menghormati prinsip-prinsip dan aturan internasional serta posisi historis dan geografis Iran.
Dengan menyatakan bahwa Republik Islam Iran menekankan pada perlindungan kepentingan dan hak-haknya di wilayah strategis ini, ia menambahkan bahwa Artesh (tentara reguler) Iran, dengan mengandalkan kemampuan dan kesiapan mereka, bertekad bulat dalam membela kepentingan nasional.
Jubir Artesh Iran, dengan mengkritik kebijakan-kebijakan AS di kawasan, mengatakan bahwa tindakan Washington terhadap Selat Hormuz didorong oleh tujuan-tujuan ekonomi dan komersial, dan pendekatan ini tidak sejalan dengan prinsip-prinsip hukum internasional.
Akraminia juga, dengan merujuk pada perkembangan di kawasan, menyatakan bahwa Artesh Republik Islam Iran akan bertindak dengan wewenang penuh terhadap setiap tindakan yang mengancam kepentingan negara, dan akan membela keamanan nasional serta kepentingan strategis Iran.
Dengan menyatakan bahwa kemampuan pertahanan Republik Islam Iran tidak terbatas pada wilayah tertentu, ia menambahkan bahwa Artesh memiliki kemampuan untuk menjalankan misi yang diberikan dan melindungi kepentingan nasional dari berbagai titik di negara ini.
Juru bicara Artesh juga berbicara kepada negara-negara di kawasan, mengatakan bahwa Republik Islam Iran selalu menekankan hubungan persahabatan dan bertetangga yang baik dengan negara-negara tetangga, tetapi menganggap pemanfaatan wilayah negara-negara tersebut untuk setiap tindakan terhadap Iran sebagai hal yang tidak dapat diterima.
Akraminia menambahkan bahwa keamanan berkelanjutan di kawasan akan terwujud ketika negara-negara di kawasan, dengan mengandalkan kapasitas mereka sendiri, mengikuti jalur kerja sama dan interaksi, serta tidak bergantung pada keamanan impor.
Di bagian lain pidatonya, ia merujuk pada strategi-strategi Pemimpin Syahid Revolusi di bidang pertahanan, dan mengatakan bahwa penguatan kemampuan tempur dan peningkatan kesiapan angkatan bersenjata adalah salah satu rekomendasi terpenting beliau, dan saat ini strategi tersebut terus dijalankan dengan serius.(Sail)