Lembaga HAM: Harapan Implementasi Keadilan di Bahrain Musnah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i1345-lembaga_ham_harapan_implementasi_keadilan_di_bahrain_musnah
Amnesty International menyatakan, harapan untuk terealisasinya keadilan dan reformasi di Bahrain pasca berlalunya lima tahun sejak dimulainya demonstrasi dan protes untuk reformasi, keadilan sosial dan penghentian pelanggaran HAM telah pupus.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 13, 2016 12:34 Asia/Jakarta
  • Lembaga HAM: Harapan Implementasi Keadilan di Bahrain Musnah

Amnesty International menyatakan, harapan untuk terealisasinya keadilan dan reformasi di Bahrain pasca berlalunya lima tahun sejak dimulainya demonstrasi dan protes untuk reformasi, keadilan sosial dan penghentian pelanggaran HAM telah pupus.

Seperti dilansir Alalam, James Lynch, Wakil Direktur Program Timur Tengah dan Afrika Utara di Amnesty Internasional mengatakan, setelah lima tahun sejak dimulainya demonstrasi di Bahrain, yaitu dari 14 Februari 2011, penyiksaan dan penangkapan ilegal terhadap para aktivis damai berlanjut secara luas.

Lynch juga menyinggung peningkatan pelanggaran HAM di Bahrain dan menegaskan penghentian penyiksaan terhadap para aktivis.

Selain itu, ia menuntut diadilinya para pelaku pelanggaran HAM di Bahrain.

Wakil Direktur Amnesty Internasional untuk Program Timteng dan Afrika Utara lebih lanjut mengakui kegagalan para pejabat tekait untuk menindak para pelanggar HAM di Bahrain dan menyerahkan mereka kepada pengadilan untuk diadili.

Lembaga-lembaga yang telah terbentuk untuk mendukung HAM, kata Lynch, tidak hanya gagal dalam menyelidiki berbagai kejahatan, namun juga telah berubah menjadi sarana untuk menutupi pelanggaran kontinyu HAM di Bahrain.

Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan yang dipilih langsung oleh rakyat.

Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan pasukan Arab Saudi, rezim Manama menumpas para revolusioner. (IRIB Indonesia/RA)