Hadi Mengancam Akan Boikot Perundingan Damai Yaman di Kuwait
-
Militan pro-Abd Rabbuh Mansur Hadi
Mantan presiden Yaman yang mengundurkan diri, Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi mengancam akan menarik diri dari perundingan damai yang sedang berlangsung jika PBB tetap bersikeras melaksanakan peta jalan pembentukan pemerintah persatuan.
"PBB telah mencoba untuk meyakinkan kami untuk membentuk pemerintah koalisi. Kami mengatakan kami akan mengeluarkan pernyataan yang menyatakan boikot kami terhadap perundingan Kuwait," kata Hadi Ahad (10/7) saat mengunjungi sekelompok militan yang setia kepadanya di kota Ma'rib, timur ibukota Sanaa.
Hadi yang melarikan diri Sanaa dua tahun lalu ketika gerakan Houthi Ansarullah naik ke tampuk kekuasaan, mengatakan ia tidak akan menerima peta jalan yang diusulkan utusan khusus PBB untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed.
"Kami tidak akan kembali ke perundingan di Kuwait jika PBB mencoba untuk memaksakan usulan terbaru oleh mediator, Ismail Ould Cheikh Ahmed," kata Hadi, mengklaim bahwa pasukannya akan "segera" merebut kembali Sanaa dari Houthi.
Perundingan damai antara perwakilan Hadi dan delegasi yang mewakili Houthi dan sekutu dimulai di Kuwait City pada tanggal 21 April. Kedua belah pihak telah berhasil menyepakati sejumlah usulan, termasuk proses pertukaran tawanan, namun sejumlah hambatan tetap menghadang, meliputi upaya menemukan solusi permanen untuk konflik di negara itu.
Hadi sebelumnya mengatakan bahwa ia tidak akan mentolerir Houthi sebagai bagian dari pemerintahan mendatang, seraya menegaskan bahwa para pejuang Ansarullah harus mundur dari kota-kota yang mereka kuasai dan menyerahkan senjata mereka. Houthi mengatakan mereka akan mulai menarik diri jika seseorang selain Hadi menjadi presiden untuk memimpin pemerintahan transisi Yaman.
Konflik lebih dari 14 bulan di Yaman telah menewaskan sekitar 10.000 orang sementara ratusan masih mengungsi. Sebagian besar korban disebabkan oleh kampanye udara tanpa henti Arab Saudi terhadap Yaman, yang dimulai pada Maret 2015 sebagai dukungan terhadap Hadi.(MZ)