Netanyahu: Kudeta tak Ganggu Normalisasi Hubungan Israel-Turki
Perdana Menteri rezim Zionis Israel menilai kudeta militer gagal di Turki, tidak akan berdampak pada normalisasi hubungan Tel Aviv-Ankara.
Surat kabar Times of Israel (17/7) melaporkan, Benyamin Netanyahu, PM Israel, Ahad (17/7) menjelaskan bahwa kudeta berdarah di Turki tidak akan menghentikan upaya-upaya mewujudkan pemulihan hubungan Israel dengan Turki.
Ia menuturkan, kesepakatan Israel dan Turki untuk menormalisasi hubungan akan terus berlanjut tanpa memperhatikan insiden tersebut.
Sementara itu, Emmanuel Nahshon, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Sabtu (16/7) terkait kudeta militer di Turki mengatakan, proses normalisasi hubungan Turki-Israel harus berlanjut.
Bulan lalu, Israel mengkonfirmasi kesepakatan pemulihan hubungan dengan Turki. Hubungan Ankara-Tel Aviv memburuk pasca serangan mematikan militer Israel ke sebuah kapal Turki yang diberangkatkan ke Gaza pada tahun 2010.
Zvi Bar'el, pengamat masalah Timur Tengah di surat kabar Haaretz menyebut friksi mendalam di tubuh militer Turki sebagai alasan munculnya kudeta militer di negara itu.
Ia menuturkan, kudeta itu membuktikan bahwa jika militer Turki mau, mereka dapat mempersiapkan kudeta kapan saja.
Pusat riset keamanan nasional Israel menilai keberhasilan Recep Tayyip Erdogan, menggagalkan kudeta, akan memicu diktatorisme Presiden Turki itu.
"Kudeta militer di Turki menguntungkan Erdogan, pasalnya itu akan menjadi dalih baginya untuk membersihkan instansi-instansi keamanan, peradilan dan sosial dari orang-orang yang menentangnya," pungkasnya. (HS)