Ban: Pembubaran Al-Wefaq Oleh Bahrain Sangat Menyedihkan
-
Ban Ki-moon
Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon menilai pembubaran kelompok oposisi utama Syiah Bahrain, Masyarakat Nasional Islam Al-Wefaq, adalah langkah menyedihkan oleh pemerintah Manama.
Pembubaran tersebut merupakan "langkah terbaru dalam serangkaian pembatasan hak berkonsentrasi secara damai, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi di Bahrain," kata Ban dalam sebuah pernyataan yang dirilis Senin (18/7).
Pada hari Ahad (17/7), Pengadilan Administratif Bahrain menginstruksikan pembubaran Al-Wefaq dan penyitaan seluruh dananya, setelah Kementerian Kehakiman Bahrain menangguhkan aktivitas kelompok oposisi itu pada 14 Juni.
Ban menambahkan bahwa langkah terbaru Bahrain mirip dengan langkah lainnya termasuk pencabutan kewarganegaraan ulama Syiah Sheikh Isa Qassim dan penambahan masa hukuman Sekjen Al-Wefaq, Sheikh Ali Salman - yang semuanya beresiko memperburuk situasi yang sudah tegang di Teluk Persia.
Sementara itu, empat ulama Syiah Bahrain telah memperingatkan penggunaan kekuatan berlebihan dan kekerasan secara luas oleh pemerintah terhadap rakyat, dan mencatat bahwa langkah itu tidak hanya terbatas pada oposisi politik saja.
"Kami, Syiah, sebagai komponen utama tanah air ini telah sangat yakin bahwa kami sedang menjadi target dari sisi eksistensi, identitas, keyakinan, ritual dan praktik," demikian disebutkan sebuah pernyataan yang ditandatangani oleh Sheikh Abdullah al-Ghuraifi , Sheikh Abdul-Hussein al-Sitri, Sheikh Mohammed Saleh al-Rubaiyi dan Qassim.
Kurang dari sebulan lalu, rezim Manama mencabut kewarganegaraan Sheikh Qassim, dan menuduhnya berusaha menciptakan "atmosfer sektarian" melalui hubungannya dengan pihak asing.
Sheikh Ali Salman, Sekjen Al-Wefaq, telah di penjara sejak Desember 2014 atas tuduhan berusaha menggulingkan rezim dan bekerjasama dengan pihak asing, tuduhan yang dibantah oleh Sheikh Salman. Pengadilan menjatuhkan hukuman empat tahun penjara bulan Juni 2015.
Sejak 14 Februari 2011, ribuan demonstran anti-rezim berdemonstrasi di Bahrain nyaris setiap hari, menyerukan keluarga rezim Al-Khalifah untuk turun dari kekuasaan.
Rezim Al-Khalifah menumpas kebebasan pendapat dan melakukan diskriminasi meluas terhadap mayoritas warga Syiah di negara itu. Puluhan orang tewas dan ratusan lainnya terluka atau ditangkap. (MZ)