Pejabat Intelejen Israel Bongkar Peran Facebook dalam Penumpasan Perlawanan Palestina
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i153056-pejabat_intelejen_israel_bongkar_peran_facebook_dalam_penumpasan_perlawanan_palestina
Dinas Intelijen dan Keamanan Dalam Negeri Rezim Zionis (Shin Bet) dan jejaring sosial Facebook bekerja sama untuk menumpa perlawanan Palestina terhadap Israel.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Sep 09, 2023 11:24 Asia/Jakarta
  • Pejabat Intelejen Israel Bongkar Peran Facebook dalam Penumpasan Perlawanan Palestina

Dinas Intelijen dan Keamanan Dalam Negeri Rezim Zionis (Shin Bet) dan jejaring sosial Facebook bekerja sama untuk menumpa perlawanan Palestina terhadap Israel.

Al Jazeera Jumat (8/9/2023) malam melaporkan bahwa Arik Barbing, mantan kepala unit siber Shin Bet mengonfirmasi kerja sama dengan Facebook untuk menghapus konten anti-Zionis.

Wartawan Al Jazeera membuat dua halaman Facebook dalam bahasa Arab dan Ibrani dan mengungkapkan banyaknya kontradiksi dalam menangani konten kedua halaman tersebut oleh Facebook.

Julie Awana, anggota dewan pengawas Meta (perusahaan induk Facebook) dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera mengatakan, "Kami telah mengonfirmasi pembatasan berlebihan terhadap konten berbahasa Arab dan Palestina dan kami berupaya mengubah praktik ini,".

"Facebook telah menghapus dan membatasi postingan warga Palestina dan konten terkait Palestina, perusahaan tersebut tidak pernah melarang atau membatasi postingan yang menghasut dalam bahasa Ibrani yang menyerukan pembunuhan terhadap orang Arab.

Laporan unit siber Shin Bet menunjukkan bahwa jejaring sosial Facebook telah menerima dan memenuhi permintaan berulang kali dari organisasi tersebut untuk menghapus postingan dengan konten Palestina.

Mantan pejabat Shin Bet juga mengumumkan kerja sama Facebook untuk melacak anggota kelompok yang menculik tiga pemukim Zionis di Hebron pada tahun 2014.

Sebelumnya, Facebook telah menghapus atau memblokir sejumlah laman aktivis Palestina yang mengungkap kejahatan rezim Zionis dan menentang normalisasi hubungan dengan rezim tersebut tanpa alasan apapun.(PH)