Hizbullah Sambut Inisiatif untuk Memilih Presiden Lebanon
Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Lebanon mengatakan, "Kami menyambut setiap inisiatif dan dialog konstruktif yang mengarah pada terpilihnya presiden,".
Selama beberapa bulan terakhir, isu pemilihan presiden baru Lebanon masih belum terselesaikan dan menjadi isu yang membingungkan di negara Arab ini.
Parlemen Lebanon menggelar 12 sidang untuk memilih penerus Michel Aoun yang masa jabatannya berakhir pada 31 Oktober 2022, namun belum berhasil memilih presiden baru.
Menurut situs Ahed Lebanon, Sheikh Ali Damoush, Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Lebanon hari Sabtu (9/9/2023) mengatakan, "Kami akan bekerja sama dengan semua pihak yang mengusung kepentingan nasional untuk mencapai pemahaman internal untuk mengeluarkan Lebanon dari kekosongan presiden dan membantu menyelesaikan krisis ekonomi dan keuangan,".
"Hizbullah bekerja sama dan berkoordinasi dengan inisiatif Perancis yang dipimpin oleh Jean-Yves Le Drian, dan juga menyambut baik undangan Nabieh Berri, Ketua Parlemen Lebanon," ujar Damoush.
"Kita dapat mencapai hasil melalui dialog. Namun teriakan dan provokasi yang terus-menerus tidak menghasilkan apa-apa, selain menciptakan ketegangan dan menyebarkan kebencian di kalangan masyarakat Lebanon," tegasnya.
Berlarut-larutnya masa vakum presiden di Lebanon semakin memperparah krisis ekonomi dan politik negara ini.(PH)