Pejabat Keamanan Zionis Akui Militer Israel Tidak Efektif
Mantan menteri perang rezim Zionis mengkritik kebijakan kabinet Israel dan kinerja militernya yang buruk.
Media rezim Zionis sebelumnya memberitakan bahwa selama protes terhadap RUU reformasi yudisial, 830 perwira cadangan angkatan udara, termasuk 260 pilot pesawat tempur mengumumkan ketidaktaatan mereka.
Menurut jaringan Al-Mayadeen, Shaul Mofaz, Mantan Menteri Perang Rezim Zionis dalam sebuah wawancara dengan kanal 12 Israel hari Rabu (20/9/2023) melaporkan bahwa kebijakan kabinet saat ini dan protes di dalam angkatan bersenjata terhadap RUU reformasi yudisial Netanyahu telah merusak efektivitas dan efisiensi militer.
Mantan menteri perang rezim Zionis ini mengatakan,"Tanpa memiliki angkatan udara yang lengkap, Israel tidak dapat memenangkan perang dan tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengalihkan perang ke wilayah musuh,".
"Desakan Netanyahu terhadap reformai yudisial telah memecah belah warga Israel dan pemerintahan saat ini telah merugikan efisiensi angkatan berssenjata Israel," ujar Mofaz.
Sementara itu, Daniel Hagari, Juru Bicara Militer Israel mengatakan bahwa beberapa pasukan cadangan tentara, terutama di angkatan udara, tidak mau bertugas, dan masalah ini dianggap menjadi salah satu tantangan paling serius di angkatan bersenjata di Israel selama beberapa minggu terakhir.
Sebelumnya, Alon Ben David, analis urusan militer kanal 13 rezim Zionis mengatakan bahwa pilot berpengalaman sudah enam pekan tidak terbang, yang berarti mereka menjadi tidak efektif, dan efisiensinya akan menurun seiring berjalannya waktu.
Kalangan militer rezim Zionis telah memperkirakan bahwa tentara rezim ini akan segera kehilangan kesiapan dan efisiensi militernya karena penolakan perwira dan cadangan untuk bertugas sebagai protes terhadap RUU refermasi yudisial yang kontroversial.(PH)