PBB Desak Israel Tidak Gunakan Senjata Pemusnah Massal
Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, Volker Tulk menyatakan bahwa Israel harus menahan diri dari penggunaan senjata pemusnah massal dengan daya ledak yang mempunyai dampak luas di wilayah pemukiman.
Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, Volker Tulk dalam pernyataan hari Senin (23/10/2023) menyatakan bahwa situasi di kota Gaza sedang menghadapi bencana akibat kekurangan air, listrik, obat-obatan serta makanan, dan menyerukan gencatan senjata secara luas di kota ini.
Volker Tulk juga memandang penolakan Israel untuk membuka akses barang dan jasa kepada warga sipil Gaza sebagai pelanggaran hukum internasional.
Kegagalan militer Israel menghadapi operasi Badai Al-Aqsa telah memasuki hari ke-18, rezim Zionis terus membombardir pemukiman dan area medis di Gaza tanpa henti.
Berdasarkan statistik terkini, jumlah korban gugur serangan rezim Zionis di Gaza dalam 17 hari terakhir adalah 5.877 orang dan jumlah korban luka sebanyak 15.273 orang.(PH)