Lagi, Perwira Zionis Tewas di Gaza
Militer rezim Zionis mengumumkan kematian perwira lain selama pertempuran dengan pejuang perlawanan Palestina di Jalur Gaza.
Militer rezim Zionis dalam pernyataan baru-baru ini mengakui bahwa sejumlah besar tentara yang tewas di Gaza berasal dari brigade khusus Givati.
Angkatan bersenjata rezim Zionis hari Senin (11/12/2023) mengakui bahwa seorang perwira militer rezim ini tewas akibat luka parah dalam pertempuran di wilayah utara Gaza.
Perwira ini terluka tiga pekan lalu dan dilarikan ke rumah sakit untuk diobati, tapi lukanya yang parah membuat langkah pengobatan sia-sia belaka.
Pada hari Senin, sumber-sumber Zionis mengumumkan bahwa selama operasi darat pasukan rezim Zionis di Jalur Gaza, empat tentara Zionis, termasuk dua perwira tewas.
Tentara Zionis juga mengakui bahwa salah satu pasukan cadangannya di Batalion 8111 Brigade 5, Infanteri Mekanik terluka parah dalam pertempuran di wilayah selatan Jalur Gaza dan kondisinya kritis.
Di sisi lain, media Zionis melaporkan sejak awal perang Gaza, 1.593 tentara Israel terluka, namun data dari rumah sakit rezim Zionis menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi.
Haaretz dalam laporan hari Minggu membantah pengumuman resmi militer Israel bahwa 1.593 tentara terluka sejak awal perang di Gaza, karena sangat bertentangan dengan jumlah korban luka yang diperoleh Haaretz dari rumah sakit.
Surat kabar ini menyebutkan bahwa sebenarnya jumlah korban luka, menurut pengumuman rumah sakit Israel telah meningkat menjadi 4.591 tentara yang dirawat di 9 rumah sakit.
Rumah sakit Barzilai yang berada di Ashkelon menampung 1.949 orang tentara, rumah sakit Soruka di Beersheba menerima sekitar 1.000 orang, dan rumah sakit Sheshiba di Tel Aviv menerima 500 orang termasuk di antara rumah sakit dengan jumlah tentara terbesar yang dirawat akibat perang.(PH)