Dinamika Yaman
Gelombang Baru Serangan AS terhadap Yaman dan Potensi Eskalasi Perang
Sumber-sumber media melaporkan dimulainya gelombang baru serangan AS di berbagai wilayah Yaman.
Televisi Yaman Al-Masirah mengumumkan pada Selasa pagi bahwa wilayah Jabal Saraf di provinsi Sanaa menjadi sasaran serangan AS.
Menurut Pars Today; AS juga menargetkan wilayah dekat Jalan Al-Stain Barat di distrik Al-Thawra di Sanaa.
Serangan di Hudayda
Menurut media Yaman, Pabrik Besi Al-Habashi di distrik Bajil, provinsi Al-Hudayda juga menjadi sasaran lebih dari 12 serangan udara AS.
Belum ada laporan yang dirilis mengenai kemungkinan korban jiwa atau kerugian finansial akibat serangan itu.
Dua anak Yaman gugur
Sementara itu; Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa sedikitnya dua anak laki-laki, berusia enam dan delapan tahun tewas dalam serangan udara AS di Saada, Yaman.
Pada Sabtu malam, jet tempur dan pembom Amerika dan Inggris menargetkan kota Sanaa dan Saada di Yaman yang menewaskan dan melukai puluhan orang.
Tanggapan Yaman
Menanggapi serangan AS terhadap Yaman, angkatan bersenjata negara itu menargetkan kapal induk AS,Harry Truman di Laut Merah utara dengan dua rudal jelajah dan dua pesawat tak berawak pada Selasa pagi.
Menurut pernyataan dari Angkatan Bersenjata Yaman, ini adalah ketiga kalinya dalam 48 jam terakhir kapal induk Harry Truman menjadi sasaran.
Mundurnya kapal perang Amerika
Tentara Yaman mengumumkan bahwa mereka telah menggagalkan serangan udara besar-besaran AS yang sedang dipersiapkan terhadap Yaman dan bahwa kapal perang AS telah mundur ke Laut Merah utara.
Pemerintah Yaman di Sanaa menekankan bahwa Amerika Serikat akan bertanggung jawab atas semua konsekuensi yang timbul dari militerisasi Laut Merah dan perluasan lingkaran konflik.
Peringatan untuk Amerika
Abdul Malik Badreddin al-Houthi, Sekretaris Jenderal Gerakan Ansarullah Yaman dalam pidatonya pada Senin malam menekankan,"Jika Amerika melanjutkan agresinya terhadap Yaman dan mendukung rezim Zionis, maka serangan Yaman akan semakin meluas."
Kami tidak takut
Menanggapi serangan AS baru-baru ini terhadap Yaman, Mohammed al-Houthi, anggota Dewan Tinggi Politik Yaman mengatakan bahwa rakyat Yaman tidak takut terhadap serangan, agresi, atau terorisme yang dilancarkan AS.
Badai Yaman
Di sisi lain, jutaan warga Yaman mengadakan pawai di Sanaa dan bagian lain negara itu pada hari Senin untuk mengutuk serangan AS dan menekankan dukungan mereka terhadap rakyat Gaza.
Selama pawai berlangsung, warga Yaman meneriakkan slogan-slogan seperti "Gaza, kami bersamamu dan kalian tidak sendirian".
Rakyat Yaman mengeluarkan pernyataan yang menyatakan: Mereka siap menghadapi pemberontak, mereka tidak menyerah pada rasa takut, dan mereka akan mengorbankan nyawa mereka untuk itu.
Kegagalan musuh
Mahdi Al-Mashat, Kepala Dewan Politik Tertinggi Yaman memuji pawai jutaan rakyat negara itu di Sanaa dan provinsi-provinsi lain di Yaman, dan menekankan,"Kesabaran dan kegigihan rakyat Yaman telah memainkan peran penting dalam menggagalkan rencana musuh dan menjaga kebebasan, kemerdekaan, dan posisi terhormat kita".(PH)